Ada Legenda Pengantin hingga Spot Foto Bawah Air, Ini Daya Tarik Umbul Manten yang Tak Dimiliki Umbul Lain

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Umbul Manten menjadi salah satu objek wisata air yang banyak dikunjungi di wilayah Klaten. (Rara Belva/Radar Solo)
Umbul Manten menjadi salah satu objek wisata air yang banyak dikunjungi di wilayah Klaten. (Rara Belva/Radar Solo)

SOLOBALAPAN.COM – Kabupaten Klaten memiliki puluhan wisata mata air alami atau umbul. Namun, di antara banyaknya pilihan tersebut, Umbul Manten di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, tetap menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi wisatawan.

Bukan hanya karena airnya yang jernih, Umbul Manten menawarkan kombinasi wisata alam, legenda lokal, fasilitas lengkap, hingga sistem pengelolaan yang membuat pengunjung merasa aman dan nyaman.

Air di Umbul Manten berasal langsung dari mata air alami tanpa kaporit sehingga kejernihannya tetap terjaga. Dasar kolam terlihat jelas, bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang gemar berenang maupun mengabadikan momen dengan fotografi bawah air.

Baca Juga: Bukan Sekadar Mata Air, Ini Rahasia Umbul Nilo Klaten yang Bikin Orang Betah Berendam

"Menurut saya umbul ini cocok untuk semua umur. Airnya jernih, segar, dan nyaman untuk berenang. Yang belum bisa berenang juga tetap bisa menikmati karena kolamnya beragam," ujar Ardia Setyoari, salah seorang pengunjung.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas juga menjadi alasan dirinya memilih Umbul Manten.

"Kolamnya banyak, ada area sumber mata air, tempat makan juga lengkap. Saya datang karena banyak rekomendasi teman," katanya.

Baca Juga: Long Weekend Bikin Pasar Gede Solo Dipadati Wisatawan, Kuliner Legendaris Jadi Buruan

Koordinator Lapangan Umbul Manten Alwan Nugroho mengatakan, lonjakan pengunjung hampir selalu terjadi setiap akhir pekan, libur nasional, hingga musim liburan sekolah.

"Biasanya mulai ramai setelah pukul 12.00, kemudian semakin padat sekitar pukul 15.30 sampai sore. Sabtu, Minggu, dan hari libur memang menjadi puncak kunjungan," ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola menambah tenaga kerja harian dari warga sekitar, terutama kalangan pelajar yang sedang libur sekolah.

"Kami memiliki karyawan tetap dan tenaga freelance. Saat akhir pekan atau libur panjang kami menambah personel dari warga Desa Sidowayah agar pelayanan tetap optimal," jelasnya.

Selain menawarkan panorama alam, Umbul Manten juga dikenal karena cerita rakyat yang diwariskan turun-temurun.

Konon, nama "Manten" berasal dari kisah sepasang calon pengantin yang melanggar tradisi pingitan selama 40 hari sebelum pernikahan.

Menurut cerita masyarakat, keduanya diam-diam bertemu di sekitar mata air tersebut sebelum kemudian menghilang secara misterius.

"Konon mereka disembunyikan makhluk halus di sekitar umbul karena melanggar tradisi pingitan. Setelah beberapa waktu akhirnya ditemukan kembali oleh warga. Dari situlah muncul nama Umbul Manten," tutur Alwan.

Meski hanya berupa legenda, kisah tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari daya tarik wisata yang sering diceritakan kepada para pengunjung.

Sebagai destinasi wisata air, pengelola juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Setiap hari tersedia petugas penyelamat (rescue) yang bersiaga di area kolam. Jumlah personel ditambah saat akhir pekan maupun hari libur untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah wisatawan.

"Tiap hari ada satu petugas rescue. Saat Sabtu, Minggu, atau libur nasional kami menambah satu personel lagi sehingga ada dua petugas yang siaga penuh," kata Alwan.

Pengelola juga menyiagakan satu unit ambulans di kawasan wisata sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat.

"Kami juga menyiapkan ambulans setiap hari agar jika terjadi kondisi darurat, pengunjung bisa langsung dirujuk ke klinik atau rumah sakit terdekat," jelasnya.

Keindahan mata air yang tetap alami, legenda yang melegenda, fasilitas yang lengkap, serta pengelolaan yang profesional membuat Umbul Manten terus menjadi salah satu ikon wisata air di Klaten. Di tengah menjamurnya destinasi serupa, Umbul Manten mampu mempertahankan daya tariknya sebagai tujuan favorit wisatawan dari Solo, Yogyakarta, maupun berbagai daerah lainnya. (rara belva zain carrisa/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
Umbul Manten matar air Alami wisatawan keselamatan