Bukan Sekadar Mata Air, Ini Rahasia Umbul Nilo Klaten yang Bikin Orang Betah Berendam

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Umbul Nilo di Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, menjadi salah satu destinasi wisata air. (Rara Belva Zain Carissa/Radar Solo)
Umbul Nilo di Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten, menjadi salah satu destinasi wisata air. (Rara Belva Zain Carissa/Radar Solo)

SOLOBALAPAN.COM – Kabupaten Klaten dikenal sebagai Kota Seribu Umbul. Salah satunya Umbul Nilo di Desa Daleman, Kecamatan Tulung. Mengandalkan sumber mata air alami yang jernih serta suasana pedesaan yang asri, destinasi wisata ini terus menarik minat wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Air yang segar tanpa kaporit, lingkungan yang teduh, serta harga tiket masuk yang terjangkau menjadikan Umbul Nilo sebagai salah satu pilihan favorit untuk berlibur bersama keluarga.

Secara geografis, Umbul Nilo berada di kawasan persawahan yang masih hijau. Lokasinya mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga menjadi salah satu destinasi wisata air yang ramai dikunjungi di wilayah selatan Klaten.

Baca Juga: Wisata Edukasi Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Lokomotif Uap Berusia Satu Abad

Sumber mata air ini sebenarnya telah dimanfaatkan masyarakat sejak puluhan tahun silam. Namun, pengelolaannya sebagai objek wisata baru dilakukan secara profesional sejak 2017 melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Di balik namanya, Umbul Nilo juga menyimpan cerita tersendiri. Salah satu versi menyebut nama "Nilo" berasal dari banyaknya ikan nila yang dahulu hidup di sekitar mata air. Namun, masyarakat setempat memiliki penjelasan berbeda.

"Kalau nama Umbul Nilo sendiri berasal dari pohon nila yang dulu ada di sini. Karena logat Jawa, penyebutannya berubah menjadi nilo, lalu dikenal sebagai Umbul Nilo," beber Wawan Gunawan, tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Wisata + Nongkrong! Ini 5 Cafe Paling Instagramable di Tawangmangu dan Ngargoyoso, Cocok Buat Healing!

Sejak dikelola BUMDes, berbagai fasilitas mulai dibenahi tanpa menghilangkan karakter alami sumber mata air. Pengelola memilih mempertahankan konsep wisata berbasis alam sehingga pengunjung tetap dapat menikmati air yang mengalir langsung dari mata air.

Kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama. Pengelola rutin melakukan pembersihan kolam bersama masyarakat serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar kualitas air tetap terjaga.

"Bersama masyarakat dan dinas terkait kami rutin membersihkan kawasan agar air tetap jernih. Kami juga mengingatkan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan," ujar Bendahara BUMDes Umbul Nilo, Wahidin Barudin.

Sirkulasi air yang terus mengalir membuat kejernihan kolam tetap terjaga secara alami. Sensasi berenang di air pegunungan yang dingin menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di kolam renang buatan.

Suasana pedesaan yang tenang, pepohonan rindang, serta hamparan sawah di sekitar kawasan membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati kesegaran alam.

"Umbul Nilo tempatnya asri, airnya sangat jernih. Sangat enak untuk berendam dan suasananya benar-benar menenangkan," ujar salah seorang pengunjung.

Keberadaan Umbul Nilo juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Daleman. Area wisata dimanfaatkan warga untuk membuka berbagai usaha mikro, mulai dari warung makan, minuman, hingga penyewaan perlengkapan berenang.

Bagi sebagian warga, ramainya wisatawan menjadi sumber penghasilan yang mampu menopang kebutuhan keluarga.

"Dengan adanya Umbul Nilo, penghasilan kami bertambah. Tidak perlu bekerja ke pabrik, berjualan di sini hasilnya sudah lumayan," kata Sumarno, salah seorang pedagang di area Umbul Nilo.

Kini Umbul Nilo tidak hanya menjadi tempat menikmati kesegaran mata air alami. Destinasi ini juga menjadi contoh bagaimana potensi alam dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (rara belva zain carissa/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
favorit destinasi wisata alam Umbul Nilo mata air