Kereta Api Makin Ramah Pesepeda, Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:47 WIB
Penumpang kini dapat membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan PT KAI. Kebijakan ini mendukung mobilitas yang lebih praktis sekaligus gaya hidup ramah lingkungan. (Instagram KAI)
Penumpang kini dapat membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan PT KAI. (Instagram KAI)

SOLOBALAPAN.COM - Kereta api kini tidak hanya menjadi pilihan transportasi yang nyaman, tetapi juga semakin mendukung gaya hidup ramah lingkungan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah diperbolehkannya penumpang membawa sepeda lipat ke dalam kabin kereta api dengan ketentuan tertentu.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para pesepeda yang ingin menggabungkan perjalanan menggunakan kereta api dengan aktivitas bersepeda di kota tujuan.

Konsep first mile–last mile, yakni mengombinasikan transportasi umum dengan sepeda untuk menjangkau lokasi akhir, kini semakin banyak diterapkan oleh masyarakat perkotaan.

Baca Juga: Stasiun Gawok, Stasiun Berusia 139 Tahun di Sukoharjo yang Tetap Aktif Layani KRL Solo–Jogja

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan bahwa sepeda lipat dapat dibawa masuk ke dalam kabin kereta penumpang tanpa perlu menggunakan layanan bagasi khusus.

Namun, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni sepeda memiliki berat maksimal 20 kilogram, diameter roda maksimal 22 inci, serta dalam kondisi tidak berpotensi merusak sarana kereta maupun mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Berbeda dengan sepeda lipat, sepeda nonlipat tidak diperkenankan dibawa utuh ke dalam kabin. Untuk jenis sepeda tersebut, penumpang perlu mengikuti ketentuan bagasi sepeda yang hanya tersedia pada layanan tertentu atau menggunakan layanan logistik sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga: Mengenal Lokomotif CC206, Andalan Penarik Kereta Api di Indonesia

Kemudahan ini menjadi salah satu upaya KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat yang lebih praktis dan berkelanjutan.

Penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda setelah turun dari kereta tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan bermotor.

Tren membawa sepeda lipat juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan.

Selain mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, perpaduan kereta api dan sepeda dinilai mampu membantu mengurangi kemacetan serta emisi karbon, terutama di kota-kota besar.

Dengan hadirnya kebijakan tersebut, perjalanan menggunakan kereta api kini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin tetap aktif bersepeda.

Kehadiran sepeda lipat di dalam kereta menjadi contoh bagaimana transportasi publik terus beradaptasi mengikuti kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern.

Editor : Kabun Triyatno
kereta api indonesia sepeda pt kai