SOLOBALAPAN.COM-Perjalanan menggunakan kereta api kini tidak lagi sekadar menjadi sarana untuk berpindah dari satu kota ke kota lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, kereta api mulai menjadi bagian dari pengalaman wisata yang sengaja dipilih masyarakat untuk menikmati perjalanan, pemandangan alam, hingga kenyamanan selama berada di atas rangkaian kereta.
Tren tersebut terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan Kereta Panoramic yang dioperasikan oleh KAI Wisata.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), sepanjang tahun 2025 layanan ini melayani 150.176 pelanggan, meningkat 38,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 108.337 pelanggan.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini tidak hanya mengejar tujuan perjalanan, tetapi juga pengalaman selama berada di dalam kereta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebutkan, perjalanan kereta api kini
semakin dimaknai sebagai bagian dari aktivitas wisata.
Baca Juga: Naik Kereta Rp4 Ribu di Tengah Kota Solo? Ini Keunikan Batara Kresna
Penumpang ingin menikmati suasana perjalanan, bentang alam di sepanjang rel, hingga kenyamanan fasilitas yang ditawarkan.
Tren ini menjadi salah satu perubahan pola perjalanan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Kereta Panoramic sendiri menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan kereta reguler. Gerbong ini dilengkapi jendela kaca berukuran besar hingga ke bagian atap sehingga penumpang dapat menikmati panorama pegunungan, persawahan, sungai, maupun kawasan hutan secara lebih leluasa.
Beberapa layanan Kereta Panoramic beroperasi pada perjalanan unggulan seperti KA Argo Wilis, Turangga, Parahyangan, Pangandaran, Papandayan, dan Mutiara Timur.
Tren tersebut juga berlanjut pada tahun 2026. Selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Kereta Panoramic mencapai 79.933 orang, meningkat 62,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap perjalanan kereta yang menawarkan pengalaman visual sekaligus kenyamanan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa fungsi kereta api telah berkembang. Jika dahulu kereta lebih dikenal sebagai moda transportasi massal, kini perjalanan dengan kereta juga menjadi bagian dari gaya berwisata.
Baca Juga: Saksi Bisu Semarang–Vorstenlanden: Stasiun Telawa Juwangi, Benteng Kereta Api Terakhir di Boyolali
Banyak penumpang sengaja memilih rute tertentu untuk menikmati panorama alam, mengabadikan momen dari balik jendela, hingga merasakan sensasi perjalanan yang lebih santai dibandingkan moda transportasi lainnya.
Dengan semakin berkembangnya layanan dan fasilitas, kereta api diperkirakan akan terus menjadi pilihan masyarakat, bukan hanya untuk mencapai tujuan, tetapi juga untuk menikmati setiap perjalanan sebagai bagian dari pengalaman wisata. (Lut/an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com