SOLO, SOLOBALAPAN.COM– Ekosistem dan tren pasar kreatif di Kota Solo kian menunjukkan taringnya. Terbaru, hadir Pasar Flamboyan yang memanfaatkan kawasan ruang terbuka asri di Saraswati Garden Solo. Event ini memadukan konsep semi-garden dengan pemberdayaan UMKM lokal, aktivitas komunitas, hingga hiburan kreatif.
Supervisor Penyelenggara Pasar Flamboyan, Nina, mengungkapkan bahwa identitas "Flamboyan" diambil untuk merepresentasikan suasana rimbun dan rindang layaknya taman bunga, meski lokasi acara sendiri tidak ditanami pohon flamboyan secara fisik.
Baca Juga: Jejak Trem di Solo, Moda Transportasi yang Pernah Menghidupkan Denyut Kota
"Konsep yang kami usung memang garden. Walaupun berada di tengah kota, kami ingin menghadirkan suasana yang teduh dengan banyak pepohonan sehingga pengunjung bisa menikmati ambience yang berbeda dari event indoor," terang Nina di lokasi acara.
Berbeda dengan pasar kreatif konvensional yang kerap disesaki stan dalam ruangan tertutup, Pasar Flamboyan mengeksplorasi pengalaman bersantai (picnic vibes) pada sore hari. Pengunjung diajak menikmati sajian kuliner di bawah rimbunnya pepohonan kota.
Akomodasi 27 Tenant hingga Pasar Murah Inklusif
Pada edisi perdananya yang berlangsung selama dua hari, yakni 18–19 Juli mulai pukul 14.00 hingga 19.00 WIB, Pasar Flamboyan menggandeng sekitar 18 tenant kuliner makanan-minuman serta 9 tenant mode (fashion) dan produk gaya hidup lokal.
Guna menghidupkan suasana, ajang ini juga disesaki deretan aktivitas interaktif, mulai dari pottery class (kelas gerabah), sesi olahraga pilates, latihan panahan tradisional sinau jemparingan, atraksi seni graffiti, hingga kolaborasi bersama para penggiat media sosial (influencer).
Nina tak menampik bahwa pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di Solo menuntut para pelaku industri kreatif untuk terus berinovasi agar tidak tergilas zaman.
Baca Juga: Bengawan Solo Kembali Makan Korban, Pemuda Sragen Hilang Terseret Arus Saat Berendam
"Sekarang Solo sedang marak event kreatif. Kalau kita tidak ikut mengambil kesempatan itu dan menyajikan sesuatu yang beda, rasanya akan tertinggal," ujarnya.
Menariknya, Pasar Flamboyan tidak hanya menyasar ceruk pasar anak muda atau penggiat estetika semata. Penyelenggara menyuntikkan elemen inklusivitas sosial lewat program sembako murah hasil kolaborasi dengan mitra. Pengunjung yang telah bertransaksi di area pasar kreatif berhak mendapatkan voucer khusus untuk menebus paket kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Melihat antusiasme publik yang terbilang tinggi, pihak manajemen merencanakan Pasar Flamboyan bukan sekadar proyek sesaat, melainkan agenda rutin bulanan yang bakal memperkaya pilihan destinasi wisata alternatif di Kota Solo. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com