Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pertama di Klaten! Lari Malam Berkonsep 'Glow in the Dark' di Soko Alas Ponggok, Targetkan Gaet 1.500 Pelari Nasional

Angga Purenda • Minggu, 28 Juni 2026 | 21:39 WIB
Destinasi wisata air Soko Alas di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/solobalapan.com)
Destinasi wisata air Soko Alas di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. (Angga Purenda/solobalapan.com)

KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Kabupaten Klaten bersiap mencatatkan sejarah baru dalam dunia olahraga dan pariwisata nasional.

Untuk pertama kalinya, sebuah ajang lari tingkat nasional bertajuk Spring Night Run 2026 akan digelar pada malam hari dengan mengusung konsep gemerlap dan estetik (glow in the dark).

Uniknya, para pelari nantinya bakal diajak menyusuri deretan titik mata air atau umbul eksotis yang selama ini menjadi ikon destinasi wisata air populer di Kota Bersinar.

Kompetisi lari malam ini dibagi menjadi tiga kategori jarak, yakni Family and Kids, 5 Kilometer (Km), dan 10 Kilometer (Km).

Event spektakuler ini diinisiasi oleh destinasi wisata Soko Alas, sebuah unit usaha lokal yang pengelolaannya berjalan melalui skema kerja sama antara pihak ketiga dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten.

Baca Juga: Bikin Keresahan Dapur! Warga Sragen Keluhkan Bantuan Minyak Goreng Subsidi Berbau Menyengat Mirip Solar

Spring Night Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 mendatang, dengan mengambil titik start dan finish di venue Soko Alas, Ponggok.

Targetnya, ajang ini mampu menyedot animo hingga 1.500 pelari, dengan mayoritas target peserta dari luar kota hingga kancah nasional.

Selama ini, kawasan wisata Ponggok dan sekitarnya dikenal sangat padat (crowded) oleh kunjungan wisatawan pada pagi hingga sore hari. Namun, aktivitas pariwisata di malam hari terhitung masih sangat minim.

Kehadiran Spring Night Run 2026 diharapkan menjadi stimulus nyata untuk menghidupkan ekosistem kehidupan malam yang positif (night life) berbasis sport tourism.

"Kami ingin memperkenalkan bahwa Soko Alas ini bisa menjadi salah satu wadah sport tourism terbaik yang dimiliki oleh Kabupaten Klaten. Harapan kami, acara ini bisa menginisiasi serta memberikan inspirasi kepada rekan-rekan muda lainnya bahwa banyak hal baru dan kreatif yang bisa dilakukan di Klaten," ujar perwakilan Manajemen Soko Alas, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga: Aturan Baru! Pemkot Solo Wajibkan Semua Penyelenggara Event Siapkan Tim Khusus untuk Kelola Sampah

Pihak manajemen menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai satu paket lengkap yang mengawinkan unsur olahraga, kuliner, dan hiburan.

Berbeda dari race lari pada umumnya, para pelari yang berhasil mencapai garis finish akan langsung dimanjakan dengan konsep hidangan all you can eat (makan sepuasnya) dan all you can drink (minum sepuasnya) sembari diiringi konser panggung musik hiburan.

Sensasi Melintasi Jalur 1.001 Mata Air

Konsep lari malam ini dipastikan akan dikemas sangat estetik lewat permainan tata lampu yang memukau. Panitia pelaksana, Joe Adma, menjelaskan bahwa di sepanjang rute lari akan disediakan sedikitnya lima pos pemberhentian (water station) yang didekorasi khusus untuk memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata peserta.

Khusus untuk pelari kategori rute 10 Km, mereka akan merasakan sensasi membelah keheningan malam melintasi rute ikonik dari Umbul Ponggok hingga Umbul Cokro di Kecamatan Tulung.

Tak hanya itu, para pelari di kategori lainnya juga tetap akan melewati kawasan wisata air populer lainnya, seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedhang, dan Umbul Kapilaler.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu Putus, Ini Makna Mendalam 'To My First' (Majimak Insa) Milik NCT Dream

"Kita sering mengklaim punya julukan daerah dengan 1.001 mata air, tapi kita belum punya event ikonik yang menegaskan bahwa kita satu-satunya pemilik potensi itu. Melalui ajang Spring Night Run inilah kami berupaya menghadirkan event lari yang berkelas nasional," tegas Joe Adma.

Meskipun masuk dalam genre lintasan jalan raya (road run), rute desa yang disuguhkan dijamin menyajikan pengalaman bertualang yang jauh berbeda dari event lari perkotaan biasa.

Bagas Pratondho, seorang pelari lintas alam (trail runner) asal Klaten sekaligus perwakilan Race Management dari komunitas lari Clongop Academia, membagikan impresi positifnya seusai melakukan uji coba rute (test route).

"Jujur saya sampai speechless (kehabisan kata-kata). Rutenya sangat cakep dan menawarkan suasana baru. Jika biasanya lari malam itu diadakan di kota-kota besar, kali ini pelari akan dibawa masuk ke jalan perkampungan, melewati gang-gang sempit yang hanya muat satu motor, kanan-kirinya area persawahan, jembatan sungai yang estetik, hingga melintasi area tambak ikan warga dan komplek umbul. Ini potensi luar biasa yang tidak dimiliki daerah lain," ungkap pria yang akrab disapa Pak Rektor tersebut.

Baca Juga: Sejarah di Assen! Ai Ogura Gegerkan MotoGP Belanda 2026 Usai Taklukkan Raul Fernandez dan Jorge Martin

Aspek Keamanan Tetap Jadi Prioritas

Menjawab kekhawatiran para pelari mengenai faktor keamanan dan keselamatan berlari di dalam kondisi gelap malam, pihak race management memastikan telah melakukan langkah mitigasi risiko secara matang.

Karakteristik jalur lari didominasi oleh jalan utama desa dengan kontur aspal, paving, serta beton yang minim kerusakan struktural.

Untuk aspek visibilitas, rute perkampungan yang dipilih sebagian besar sudah dilengkapi oleh lampu penerangan warga setempat.

Baca Juga: Ketuk Palu! Mahkamah Agung Korea Selatan Resmi Bebaskan Oh Young-soo 'Squid Game'

Kendati demikian, panitia pelaksana tetap mengambil langkah ekstra dengan menyiapkan pemasangan pita reflektif penanda arah, lampu penerangan portabel tambahan di titik buta, hingga mengimbau para pelari untuk tetap membawa lampu kepala (headlamp) demi kenyamanan pribadi selama berlari. (ren/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#spring night run 2026 ##wisata Klaten #umbul ponggok #wisata air #Soko Alas