SOLOBALAPAN, WISATA — Gelaran Pasar Nostalgia Balekambang di Kota Solo benar-benar menjadi magnet bagi para pencinta barang antik dari berbagai penjuru daerah.
Di antara deretan tenant yang memadati area pameran, lapak milik Ade menjadi salah satu titik yang paling sukses menyedot perhatian para pengunjung.
Pria yang datang jauh-jauh dari Surabaya ini sengaja bertolak ke Kota Bengawan demi meramaikan kegiatan tahunan ini bersama para kolektor dari kota besar lainnya, seperti Jakarta dan Yogyakarta.
Bawa Sebagian Kecil Koleksi dari 'Old Vintage Gallery'
Di lapaknya, berbagai barang lawas tersusun rapi dan estetik. Mulai dari kamera digital generasi awal, aneka pin koleksi, tempat dupa, hingga batu akik yang sempat menjadi tren besar beberapa tahun silam.
Menariknya, Ade mengungkapkan bahwa seluruh barang antik yang ia pajang tersebut merupakan koleksi pribadi.
Baca Juga: Berburu Barang Vintage di Pasar Nostalgia Taman Balekambang Solo
Di kota asalnya, Ade memiliki sebuah galeri khusus bernama Old Vintage Gallery yang menyimpan koleksi jauh lebih melimpah.
"Semua barang yang saya bawa ini milik pribadi. Kalau di Surabaya, barang yang dibawa bisa sampai satu mobil pikap. Kalau ke sini hanya sebagian saja," kelakar Ade sembari tertawa.
Menurut Ade, pasar bernuansa vintage seperti ini selalu diminati oleh masyarakat luas karena mampu menyajikan pengalaman rekreasi yang berbeda dan unik bagi para pengunjung SPBU memori masa lalu.
Sekilas Profil dan Lapak Koleksi Ade Surabaya
Untuk memberikan gambaran mengenai lapak milik Ade di Pasar Nostalgia Balekambang, berikut adalah rangkuman datanya:
| Komponen Profil | Detail Informasi Lapak |
| Nama Pemilik Lapak | Ade (Asal Surabaya) |
| Nama Galeri Induk | Old Vintage Gallery (Surabaya) |
| Jenis Koleksi di Solo | Kamera digital jadul, tempat dupa, batu akik, dan pin antik. |
| Awal Mula Hobi (2018) | Memburu piring keramik peninggalan Belanda (Keramik Holland). |
| Rutin Mengikuti Event | Mengikuti pameran 3 bulanan di Surabaya dan pameran luar kota. |
Berawal dari Berburu Piring Keramik Belanda Sejak 2018
Ketertarikan Ade terhadap dunia benda-benda antik ternyata memiliki cerita tersendiri. Perjalanan hobinya ini baru dimulai pada tahun 2018 silam.
Kala itu, Ade mengaku pertama kali terpikat untuk mengoleksi piring-piring keramik peninggalan era kolonial Belanda, yang jamak dikenal sebagai Keramik Holland.
Bermula dari selembar piring keramik bersejarah tersebut, hasrat mengoleksinya kian tumbuh subur dan merembet ke berbagai benda vintage lainnya hingga memenuhi isi galerinya saat ini.
Jadi Magnet Edukasi dan Nostalgia Lintas Generasi
Melalui ajang Pasar Nostalgia Balekambang, para kolektor seperti Ade tidak sekadar menggelar transaksi jual beli komoditas lama.
Lebih dari itu, mereka memanfaatkan momentum ini sebagai ruang untuk membagikan narasi dan cerita historis di balik benda-benda yang telah mereka rawat selama bertahun-tahun.
Edukasi sejarah ini pun disambut hangat oleh publik Solo. Pengunjung yang datang memadati lapak Ade terpantau berasal dari lintas generasi.
-
Generasi Tua: Datang untuk bernostalgia dan menghidupkan kembali memori kolektif masa lalu yang pernah menjadi bagian dari hidup mereka.
-
Generasi Muda: Datang karena didorong rasa penasaran yang tinggi terhadap wujud benda-benda kuno yang selama ini hanya bisa mereka lihat lewat cerita orang tua atau berselancar di internet.
Kehadiran ragam benda pusaka di lapak Ade seolah mempertegas sebuah pesan; bahwa kenangan indah masa lalu tidak pernah benar-benar hilang digerus zaman, ia hanya tersimpan rapi menanti untuk ditemukan kembali di sudut Pasar Nostalgia Balekambang.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo