SOLOBALAPAN.COM - Pasar Nostalgia kembali hadir di kawasan Taman Balekambang dengan menghadirkan puluhan tenant barang vintage dan kuliner jadul yang mengajak pengunjung bernostalgia dengan suasana masa lampau.
Kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut digelar selama tiga hari dan berkolaborasi dengan Solo Heritage Festival.
Salah satu panitia, Iswanto, mengatakan Pasar Nostalgia merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Namun, lokasi dan konsep yang diusung selalu mengalami penyesuaian sesuai kondisi dan kebutuhan acara.
"Pasar Nostalgia ini sebenarnya kegiatan tahunan. Dulu pernah digelar di Balai Kota, pernah juga di lokasi lain. Tahun ini kebetulan berbarengan dengan Solo Heritage Festival, sehingga kami berkolaborasi dalam penyelenggaraannya," ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun ini Pasar Nostalgia mengusung konsep pasar tempo dulu yang disesuaikan dengan lokasi penyelenggaraan yang berada di ruang terbuka.
Konsep tersebut dinilai selaras dengan produk-produk vintage serta kuliner tradisional yang ditampilkan para peserta.
Sebanyak 53 tenant vintage turut meramaikan kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya berasal dari Solo, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Surabaya, Pekalongan, Cilacap, Jakarta, Madiun, hingga Sragen.
Beragam barang koleksi ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari keramik antik, pernak-pernik vintage, barang industrial, mainan jadul, hingga berbagai karya seni.
Selain itu, sejumlah tenant kuliner juga menghadirkan makanan dan minuman yang identik dengan kenangan masa lalu.
Menurut Iswanto, Pasar Nostalgia tidak hanya menjadi sarana perdagangan bagi para pelaku usaha dan kolektor, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi bagi komunitas pecinta barang-barang lawas dari berbagai daerah.
"Biasanya banyak kolektor dari luar kota yang datang. Jadi selain transaksi jual beli, kegiatan ini juga menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi," katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang tinggi. Sejak hari pertama penyelenggaraan, kawasan Pasar Nostalgia dipadati pengunjung dari berbagai kalangan usia. Keramaian biasanya mencapai puncaknya pada sore hingga malam hari.
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah pengalaman bernostalgia yang ditawarkan kepada pengunjung.
Tidak sedikit masyarakat yang menemukan kembali barang-barang yang pernah mereka gunakan atau miliki pada masa lalu.
"Banyak pengunjung yang datang lalu berkata, 'Saya dulu pernah punya barang ini' atau 'Saya dulu pernah memainkan mainan ini'. Dari situlah kenangan masa lalu muncul kembali," ungkapnya.
Meski identik dengan generasi yang pernah mengalami masa tersebut, Pasar Nostalgia juga menarik perhatian kalangan muda.
Kehadiran anak-anak muda yang penasaran dengan barang-barang lawas menunjukkan bahwa konsep nostalgia masih memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan zaman.
Ke depan, panitia berharap Pasar Nostalgia dapat terus berkembang dan memiliki lokasi penyelenggaraan yang lebih tetap sehingga masyarakat lebih mudah mengetahui waktu dan tempat pelaksanaannya setiap tahun.
"Kami berharap Pasar Nostalgia terus berkembang dan dapat memiliki lokasi yang tetap sehingga masyarakat bisa lebih mudah menantikan dan mengunjunginya setiap tahun," tutup Iswanto. (lut)
Editor : Laila Zakiya