SURAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Antusiasme warga Solo terhadap durian kembali memuncak dalam gelaran “Tom Durian: Pesta Durian Terbesar – Festival Durian Super Premium dan Durian Nusantara” yang digelar di Neo Solo Grand Mall.
Festival ini sukses menarik perhatian publik dengan ragam durian berkualitas tinggi hingga mencatat transaksi fantastis.
Salah satu momen mencuri perhatian terjadi saat seorang pengunjung memborong 10 buah durian dengan total nilai mencapai Rp10 juta.
Baca Juga: Belasan Siswa SMKN 1 Mojosongo Diamankan Usai Tawuran, Diduga Dipicu Pesta Miras
Durian tersebut tidak langsung dibawa pulang, melainkan dikirim menggunakan cooker box guna menjaga kualitas dan kesegarannya.
Fenomena ini menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap durian premium yang dihadirkan dalam festival yang berlangsung mulai 24 April hingga 24 Mei 2026 tersebut.
Beragam jenis durian bisa ditemukan dalam satu lokasi, mulai dari Musang King impor, Black Thorn, Montong Palu Premium, hingga durian lokal khas nusantara.
Tak hanya buah segar, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai olahan berbasis durian seperti pancake, es krim, hingga minuman shake.
Dari sisi harga, festival ini menawarkan pilihan yang cukup beragam. Pengunjung dapat menikmati durian mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Hal ini membuat festival tetap ramah bagi berbagai kalangan.
Salah satu pengunjung, Binti, mengaku awalnya hanya menemani temannya. Namun ia terkesan dengan konsep festival yang ditawarkan.
“Saya kurang suka durian, tapi di sini menarik banget. Jenisnya banyak dan suasananya juga seru,” ujarnya.
Sementara itu, Anggi, pengunjung lain yang datang bersama keluarga, mengaku sangat antusias berburu durian favoritnya.
“Saya memang pecinta durian. Tadi beli durian Medan Rp50 ribu, dapat bonus pancake. Saya lebih suka yang manis,” katanya.
Tak hanya masyarakat, festival ini juga menarik perhatian Respati Ardianto. Dalam kunjungannya, ia turut mencicipi sejumlah varietas unggulan seperti Musang King dan Montong Palu.
Kehadiran wali kota menjadi bentuk dukungan terhadap event kuliner yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Dengan konsep festival yang atraktif dan pilihan durian yang lengkap, event ini tak sekadar menjadi ajang berburu durian, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata kuliner baru di Solo.
Selama satu bulan penyelenggaraan, festival ini diharapkan terus menarik minat pengunjung dan menjadi magnet ekonomi kreatif bagi Kota Surakarta. (Lutfiana Sekar/AN)
Editor : Andi Aris Widiyanto