WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Jika selama ini Waduk Gajah Mungkur dikenal dari tepian, ada cara lain yang tak kalah memikat untuk menikmatinya—dari ketinggian perbukitan di Desa Sendang.
Dari sini, lanskap waduk terbentang luas bak lautan biru yang dikelilingi gugusan perbukitan hijau. Udara yang sejuk berpadu dengan panorama terbuka menciptakan suasana tenang, cocok untuk melepas penat dari rutinitas.
Baca Juga: Dari Sampah Jadi Karya! Pelajar SMP Solo Adu Kreativitas Daur Ulang Plastik
Saat cuaca cerah, garis cakrawala terlihat begitu tegas, seolah memisahkan langit dan air. Sementara menjelang senja, pemandangan berubah dramatis—warna jingga keemasan memantul di permukaan waduk, menghadirkan momen yang sulit dilupakan.
Salah satu titik favorit untuk menikmati panorama ini adalah Navio Resto & Cafe. Tempat ini tak sekadar menawarkan kuliner, tetapi juga pengalaman bersantai dengan latar pemandangan alam yang memanjakan mata.
Duduk santai ditemani angin sepoi-sepoi, pengunjung bisa berlama-lama menikmati keindahan alam dari sudut pandang berbeda. Tak heran jika lokasi ini kerap menjadi pilihan untuk healing, nongkrong santai, hingga berburu foto estetik.
Pemilik kafe, Edy, menyebut lanskap di kawasan ini memiliki bentuk yang unik.
“Saat terbang paralayang, saya melihat area ini seperti lambung kapal,” ujarnya.
Keunikan kontur perbukitan di Desa Sendang memang memberi perspektif visual yang berbeda terhadap waduk. Dari atas, bentuknya terlihat lebih artistik dan dramatis.
Baca Juga: Berburu “Dava” Baru! Askab PSSI Sragen Gas Piala U-11, Siapkan Panggung Calon Bintang
Mayoritas pengunjung yang datang didominasi anak muda yang memanfaatkan spot ini untuk bersantai, menikmati suasana, sekaligus mengabadikan momen.
Keberadaan titik-titik pandang di ketinggian seperti ini menjadikan kawasan Wonogiri semakin kaya akan destinasi wisata. Waduk Gajah Mungkur tak lagi sekadar infrastruktur pengairan, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang rekreasi dengan nilai estetika tinggi.
Bagi pencinta alam dan pemburu suasana tenang, Desa Sendang menawarkan pengalaman sederhana namun berkesan—menikmati keindahan dari atas, sambil membiarkan waktu berjalan lebih pelan. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto