SOLOBALAPAN.COM – Tersembunyi di lereng Gunung Lawu, Taman Wisata Sapta Tirta di Desa Pablengan, Matesih, Karanganyar, menawarkan pesona yang unik.
Dikenal karena tujuh sumber mata air peninggalan era Mangkunegaran yang dipercaya memiliki khasiat berbeda, tempat ini memadukan wisata sejarah, religi, dan alam dalam satu lokasi.
Namun, di balik keindahannya, destinasi yang pernah menjadi primadona ini kini menghadapi tantangan serius: penurunan jumlah pengunjung yang drastis.
Dua Wajah Sapta Tirta: Wisata Umum dan Ritual
Sapta Tirta memiliki dua "wajah" yang berbeda tergantung waktu kunjungan.
Pada siang hari, tempat ini menjadi destinasi wisata umum bagi keluarga dan wisatawan yang ingin menikmati suasana alam yang sejuk.
Namun, saat malam tiba, suasananya berubah menjadi lebih sakral.
"Kalau siang itu wisatanya wisata umum. Tapi kalau malam itu biasanya wisata ritual," ujar Yunita, seorang pemandu di Sapta Tirta, Minggu (31/8/2025).
Banyak pengunjung datang pada malam hari untuk melakukan tirakat atau ritual di salah satu dari tujuh mata air keramat.
Pesona Alam Lereng Lawu
Selain nilai spiritualnya, daya tarik utama Sapta Tirta adalah keindahan alamnya.
Berada di ketinggian, udara di sini terasa sejuk dan segar, jauh dari hiruk pikuk kota.
Jalan setapak yang dikelilingi pepohonan rindang dan pemandangan perbukitan Argotiloso menjadikannya lokasi yang ideal untuk healing dan berburu foto bernuansa alam.
Kondisi Terkini: Sepi Pengunjung dan Kurang Terawat
Sayangnya, pesona tersebut kini sedikit meredup.
Menurut Yunita, jumlah kunjungan selama bulan Agustus ini sangat sepi, yang berdampak pada banyaknya kios pedagang di sekitar lokasi yang memilih untuk tutup.
"Selama Agustus ini sepi. Mungkin karena setiap desa sedang ada kegiatan," ujarnya.
Berdasarkan pantauan tim Solobalapan.com, beberapa area di dalam kompleks wisata juga tampak kurang terawat, seperti kolam renang yang sudah tidak digunakan.
Yunita berharap dinas pariwisata selaku pengelola bisa lebih memperhatikan perawatan fasilitas untuk kembali menarik minat wisatawan.
Informasi Praktis
-
Lokasi: Jl. TP Joko Songo, Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
-
Jam Operasional: Buka setiap hari, 24 jam (terutama untuk pengunjung ritual).
-
Harga Tiket Masuk: Rp13.000 per orang.
Potensi yang Perlu Diangkat Kembali
Sapta Tirta adalah sebuah destinasi dengan potensi yang luar biasa.
Perpaduan antara sejarah Mangkunegaran, kepercayaan spiritual, dan keindahan alam lereng Lawu adalah kombinasi yang langka.
Dengan sedikit sentuhan perawatan dan promosi yang lebih gencar, "tujuh sumber keajaiban" ini diyakini dapat kembali menjadi salah-ika's on salah satu destinasi andalan di Karanganyar. (mg6/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo