Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pasar Triwindu Solo, Dari Pusat Antik Jadi Spot Foto Estetik Favorit Anak Muda

Damianus Bram • Minggu, 24 Agustus 2025 | 00:00 WIB
Sejumlah pengunjung terlihat di Pasar Triwindu, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jumat (22/08/25).
Sejumlah pengunjung terlihat di Pasar Triwindu, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jumat (22/08/25).

SOLOBALAPAN.COM – Pasar Triwindu di kawasan Ngarsopuro, Solo, sejak lama dikenal sebagai surga bagi pencinta barang antik.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pasar legendaris ini tak hanya berfungsi sebagai pusat jual beli barang antik, tapi juga menjelma menjadi destinasi wisata foto yang hits di kalangan anak muda dan konten kreator.

Gang-gang sempit dengan deretan koleksi barang antik menciptakan suasana klasik yang unik dan estetik.

Setiap sudutnya tampak instagramable, membuat Pasar Triwindu kini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.

Salsa (20), pengunjung asal Kartasura, mengaku datang karena tertarik melihat foto-foto Pasar Triwindu yang viral di media sosial.

“Awalnya tahu dari temen. Terus liat di sosmed kok jadi tertarik ke sini, karena katanya bagus. Sekalian ini juga cari kebaya. Pas sampe sini ternyata tempatnya estetik banget, bener-bener tiap sudutnya bagus buat foto,” kata Salsa kepada Solobalapan.com, Jumat (22/08/25).

Meski begitu, Salsa mengingatkan agar pengunjung tetap berhati-hati saat berjalan.

“Cuma ini kan agak sempit ya lorongnya, jadi emang harus ekstra hati-hati. Takutnya ada yang kesenggol dan pecah,” tambahnya.

Pasar Antik yang Bertransformasi

Perubahan fungsi Pasar Triwindu juga dirasakan pedagang setempat.

Wati (57), pedagang asal Purwosari, menceritakan bahwa keluarganya sudah turun-temurun berjualan di pasar ini.

“Saya generasi ketiga, dari simbah, ibu, baru saya. Dulu jualannya klitikan, kayak alat-alat bengkel, alat pertukangan, nopo kemawon ada. Setelah zaman berganti, apalagi sejak Pak Jokowi menetapkan di sini kan pasar antik, nah semua rata-rata terus pindah, sekarang rata-rata jualan barang antik,” ungkap Wati.

Menurutnya, meski kini banyak pengunjung yang hanya datang untuk berfoto, tren tersebut justru berdampak positif bagi pedagang.

“Kalau saya nggak papa kalau banyak yang foto-foto. Kan sekalian bisa sama mempromosikan. Rata-rata pedagang di sini juga sepakat. Asal sopan dan nggak ngerusak barang. Malah ini seperti dipromosikan, nanti malah jadi tambah terkenal,” tambahnya.

Transformasi ini menjadikan Pasar Triwindu bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang ekspresi kreativitas generasi muda. Pasar tradisional pun terbukti mampu beradaptasi dan tetap eksis di tengah gempuran destinasi wisata modern.

Tips Berfoto di Pasar Triwindu Solo

Bagi kamu yang tertarik mengabadikan momen di Pasar Triwindu, perhatikan tips berikut agar pengalamanmu makin berkesan:

  1. Hati-hati saat berjalan – Banyak barang antik yang mudah pecah, jadi jangan terburu-buru.
  2. Datang di waktu terbaik – Pagi atau sore hari memberikan cahaya yang lembut sekaligus suasana pasar yang lebih nyaman.
  3. Sopan pada pedagang – Mintalah izin sebelum berfoto di dekat dagangan dan jangan memindahkan barang tanpa sepengetahuan penjual.
  4. Pilih outfit yang sesuai – Kenakan busana retro atau kebaya agar lebih menyatu dengan nuansa klasik pasar. Hasil fotomu dijamin lebih estetik dan instagramable.

Pasar Triwindu kini bukan hanya tempat mencari barang antik, tapi juga simbol harmoninya budaya tradisional dengan tren modern. (mg6/dam)

Editor : Damianus Bram
#wisata #pasar antik #spot foto #barang antik #Pasar Triwindu #solo