SOLOBALAPAN.COM – Solo memang dikenal sebagai kota budaya dengan banyak destinasi wisata menarik.
Salah satu yang kini jadi favorit generasi muda adalah Rumah Budaya Kratonan Solo.
Berlokasi di Jl. Manduro No. 6, Kratonan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, tempat ini bukan hanya menyajikan sejarah dan budaya Jawa, tetapi juga menghadirkan suasana yang nyaman, estetik, sekaligus instagramable.
Spot Foto Estetik dan Suasana Cozy
Baca Juga: Libur Cuti Bersama, Warga Padati Taman Balekambang Solo, Skywalk Jadi Spot Foto Favorit
Rumah Budaya Kratonan memiliki arsitektur khas Jawa dengan pendapa, ukiran kayu, hingga halaman yang rindang.
Tak heran, area ini sering menjadi spot foto favorit remaja untuk diunggah ke Instagram maupun TikTok.
Banyak pengunjung muda yang menghabiskan waktu dengan selfie atau hunting foto di sini.
“Ke sini itu enak banget, bisa foto-foto tapi juga bisa belajar sejarah. Jadi rasanya pulang nggak cuma bawa gambar, tapi juga pengetahuan baru,” kata Ayu (18), pengunjung yang ditemui SoloBalapan.com, Rabu (20/8/2025).
Belajar Budaya Jawa dengan Cara Seru
Daya tarik RBK tidak hanya terletak pada keindahan bangunannya. Pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kegiatan edukatif, mulai dari belajar membatik, gamelan, hingga tari tradisional Jawa.
Pengalaman ini membuat wisatawan tidak sekadar bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan nilai edukatif yang jarang ditemui di tempat wisata lain.
Akses Mudah dan Dekat Pusat Kota
Menuju Rumah Budaya Kratonan sangat mudah karena lokasinya dekat jalan raya. Dari pusat Kota Solo, jaraknya hanya sekitar 1 kilometer.
Pengunjung cukup masuk melalui gang kecil yang mengarah langsung ke bangunan utama.
Selfie + Sejarah = Healing Sekaligus Belajar
Kombinasi antara tempat foto yang estetik dengan pengalaman edukasi membuat Rumah Budaya Kratonan Surakarta semakin populer di kalangan remaja.
Tak hanya sekadar tempat nongkrong santai, RBK juga menjadi ruang untuk melestarikan budaya Jawa dengan cara yang menyenangkan.
Dengan konsep “selfie sambil belajar sejarah”, RBK berhasil menjembatani hiburan remaja sekaligus menguatkan kecintaan pada tradisi lokal. (mg5/dam)
Editor : Damianus Bram