SOLOBALAPAN.COM-Sebuah lukisan terkadang menyimpan cerita yang jauh lebih panjang daripada apa yang terlihat di atas kanvas. Di balik warna, goresan kuas, dan sosok yang digambarkan, terdapat perjalanan hidup seniman, peristiwa sejarah, hingga kisah misterius yang membuat sebuah karya terus dikenang selama berabad-abad.
Beberapa lukisan bahkan menjadi begitu terkenal sehingga kisah di balik pembuatannya tidak kalah menarik dari lukisannya sendiri.
1. Mona Lisa dan Senyum yang Tak Pernah Selesai Dibicarakan
Baca Juga: Dari Dapur ke Meja Rias? Mengenal Teknik Baking dalam Makeup
Mona Lisa karya Leonardo da Vinci menjadi salah satu lukisan paling terkenal di dunia. Lukisan ini menampilkan seorang perempuan yang dikenal sebagai Lisa Gherardini, istri Francesco del Giocondo. Karena itu, lukisan tersebut juga dikenal dengan nama La Gioconda.
Salah satu daya tarik terbesarnya adalah ekspresi wajah sang perempuan. Senyumnya terlihat begitu samar sehingga dari sudut pandang tertentu tampak tersenyum, tetapi dari sudut lain ekspresinya terlihat berbeda.
Louvre menyebut teknik sfumato menjadi salah satu unsur yang memperkuat kesan misterius tersebut. Teknik ini membuat perpindahan antara warna dan bayangan berlangsung sangat halus sehingga wajah Mona Lisa seolah berubah ketika diamati.
Baca Juga: Sebelum Jadi Fashion Perempuan, High Heels Dulunya Dipakai Prajurit Untuk Berkuda
Menariknya, Leonardo disebut sangat menghargai lukisan tersebut. Ia membawanya ketika pergi ke Prancis dan tidak pernah benar-benar berpisah dengannya. Pada 1518, Raja François I membeli lukisan itu dari Leonardo, dan karya tersebut kemudian masuk ke dalam koleksi kerajaan Prancis.
2. The Starry Night: Langit Malam Imanjinasi Sebuah Tempat Penuh Gejolak
Di balik keindahannya terdapat periode kehidupan Vincent van Gogh yang penuh gejolak. Lukisan tersebut dibuat pada Juni 1889 ketika Van Gogh tinggal di Saint-Paul-de-Mausole di Saint-Rémy, Prancis. Saat itu ia sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit jiwa.
Baca Juga: 7 Keterampilan yang Dulu Sering Dipakai, Kini Mulai Tergantikan Teknologi
Yang menarik, lukisan ini bukanlah gambaran persis mengenai apa yang dilihat Van Gogh dari jendelanya. Menurut Museum of Modern Art (MoMA), pemandangan desa dalam lukisan tersebut berasal dari berbagai pandangan lain, sementara beberapa unsur langit memang terinspirasi dari apa yang diamatinya. Van Gogh kemudian mengubah dan menyusun kembali pemandangan tersebut melalui imajinasinya.
3. Girl with a Pearl Earring: Perempuan yang Tidak Diketahui Identitasnya
Tatapan seorang perempuan dengan kepala sedikit menoleh menjadi pusat perhatian dalam lukisan Girl with a Pearl Earring karya Johannes Vermeer.
Lukisan yang dibuat sekitar 1665 ini sering disebut sebagai salah satu karya Vermeer yang paling terkenal. Namun, berbeda dari potret tokoh tertentu, identitas perempuan yang menjadi modelnya tidak diketahui secara pasti.
Baca Juga: Cap Tangan di Gua Indonesia Ini Berusia 67.800 Tahun, Ternyata Salah Satu Karya Seni Tertua di Dunia
Nama lukisan tersebut pun ternyata tidak selalu sama. Sebelum 1995, karya ini dikenal sebagai Girl with a Turban. Nama Girl with a Pearl Earring kemudian menjadi nama yang lebih dikenal hingga sekarang.
Misteri mengenai siapa sebenarnya perempuan dalam lukisan itu justru membuat karya Vermeer semakin menarik. Tatapan matanya seolah mengajak penonton bertanya-tanya tentang siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi sebelum dan sesudah momen tersebut.
4. Las Meninas: Lukisan yang Seolah Mengajak Penonton Masuk ke Dalamnya
Baca Juga: Dari Sepur hingga Potlot, Begini Jejak Bahasa Belanda dalam Kosakata Jawa
Jika sebagian lukisan menghadirkan satu tokoh utama, Las Meninas karya Diego Velázquez justru menghadirkan sebuah adegan yang kompleks.
Dibuat pada 1656, lukisan ini menampilkan Infanta Margarita bersama para pendampingnya. Di dalamnya juga terdapat Velázquez yang melukis, serta sosok Raja Felipe IV dan Ratu Mariana yang terlihat melalui pantulan cermin.
Keunikan tersebut membuat penonton seakan-akan menjadi bagian dari adegan. Pertanyaannya kemudian muncul: sebenarnya siapa yang sedang dilukis oleh Velázquez?
Baca Juga: Gyaru Itu Apa Sih Sebenarnya? Makeup Baddie, Leopard, atau Apa Sih?
Judul Las Meninas sendiri juga bukan nama yang sejak awal digunakan. Dalam inventaris istana pada 1666, lukisan tersebut memiliki judul yang berbeda. Nama Las Meninas baru muncul dalam katalog Museo del Prado pada 1843.
5. The Scream: Jeritan Simbol Kegelisahan
Sosok dengan wajah seperti berteriak, tangan menempel di kedua sisi kepala, dan langit merah bergelombang membuat The Scream karya Edvard Munch menjadi salah satu gambar paling ikonik dalam sejarah seni.
Berbeda dengan lukisan yang sekadar menggambarkan pemandangan, karya Munch terasa seperti visualisasi sebuah perasaan. Sosok di tengah tampak mengalami kepanikan atau kecemasan, sementara lingkungan di sekelilingnya ikut dibuat berliku dan tidak stabil.
Baca Juga: Agenda Rutin Setu Pon di Mangkunegaran, Merawat Tradisi melalui Seni dan Berbagi Berkah
Kekuatan lukisan tersebut terletak pada kemampuannya membuat pengalaman pribadi terasa universal. Penonton dari berbagai generasi dapat mengenali perasaan takut, cemas, atau tertekan melalui sosok yang digambarkan.
6. Guernica: Lukisan yang Menjadi Suara Perang
Jika lukisan-lukisan sebelumnya banyak menghadirkan misteri dan pengalaman personal, Guernica karya Pablo Picasso memiliki latar belakang sejarah yang sangat kuat.
Baca Juga: Gare Saint-Lazare, Melihat Kehidupan Paris dari Lukisan Monet
Karya monumental ini dibuat sebagai respons terhadap kehancuran kota Guernica selama Perang Saudara Spanyol. Alih-alih menggambarkan kejadian secara realistis, Picasso menggunakan bentuk-bentuk abstrak, manusia yang menjerit, tubuh yang terpecah, serta seekor kuda dan banteng untuk menyampaikan penderitaan akibat perang.
Warna hitam, putih, dan abu-abu yang mendominasi lukisan membuat suasananya terasa muram. Tidak adanya warna cerah seakan memperkuat kesan duka dan kehancuran. (Carrieolis Ratu Lathiifu)
Editor : Kabun Triyatno