SOLOBALAPAN.COM - Petirtaan Cabean Kunti di Kecamatan Cepogo, Boyolali, menjadi salah satu peninggalan masa Jawa Kuno yang masih dapat dijumpai hingga kini. Di balik keberadaan tujuh sendang dalam kompleks tersebut, terdapat satu bagian yang menyimpan tinggalan menarik berupa relief di Sendang Lerep.
Petirtaan Cabean Kunti atau yang dikenal sebagai Sendang Pitu berada di Desa Cabean Kunti. Kompleks ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Selain sumber air, kawasan tersebut menyimpan struktur batu dan sejumlah ragam hias yang menjadi bagian dari tinggalan arkeologi.
Baca Juga: Dulu Sering Kesal Lihat Tingkah Entong, Kenapa Bocah Ini Justru Bikin Kita Kangen?
Salah satu yang menarik perhatian berada di Sendang Lerep. Pada bagian petirtaan ini ditemukan relief yang menggambarkan sejumlah bentuk, mulai dari binatang, manusia hingga tumbuhan.
Relief tersebut menjadi bagian penting dari situs karena memberikan gambaran lain mengenai petirtaan pada masa lalu. Bukan hanya berfungsi sebagai tempat yang berkaitan dengan air, kawasan ini juga memiliki unsur visual yang menyimpan cerita dan gambaran kehidupan masyarakat pada zamannya.
Beberapa relief binatang di Sendang Lerep dikaitkan dengan cerita Tantri. Cerita tersebut dikenal menggunakan tokoh binatang untuk menyampaikan pesan moral. Meski demikian, pengaitan tersebut merupakan hasil penafsiran berdasarkan bentuk relief dan konteks keberadaannya, sehingga tidak semua relief dapat dipastikan sebagai penggambaran satu cerita tertentu.
Selain gambaran binatang, terdapat pula relief yang menampilkan figur manusia. Salah satu penggambarannya menunjukkan sosok yang menghadap sajian makanan. Relief tersebut ditafsirkan berkaitan dengan aktivitas manusia yang datang ke kawasan petirtaan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Angin Kencang 48 Km/Jam Kepung Jawa Timur, Waspada Gelombang Angin Australia!
Relief menjadi semakin menarik karena turut menjadi petunjuk dalam memperkirakan masa Petirtaan Cabean Kunti. Berdasarkan struktur dan ragam hias yang ditemukan, kompleks ini diperkirakan berasal dari masa Jawa Kuno sekitar abad VIII hingga X Masehi.
Perkiraan tersebut tidak menunjukkan tahun pasti pembangunan situs. Karakter bangunan dan motif yang terdapat pada tinggalan menjadi dasar untuk melihat periode keberadaannya.
Petirtaan Cabean Kunti sendiri memiliki tujuh sendang, yakni Jangkang, Sidotopo, Lerep, Kunti Lanang, Penguripan, Kunti Wadon, dan Semboja. Keberadaan Sendang Lerep dengan reliefnya memberikan sisi berbeda dari kompleks yang selama ini dikenal sebagai Sendang Pitu.
Tidak hanya meninggalkan sumber air, kawasan tersebut juga memperlihatkan jejak kebudayaan melalui bentuk bangunan dan ragam hias yang masih dapat ditemukan. Relief menjadi salah satu bagian yang membantu melihat bahwa petirtaan pada masa lalu memiliki unsur yang lebih kompleks daripada sekadar tempat yang berhubungan dengan air.
Baca Juga: Memasuki Hari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis! Tim SAR Sisir 7 Sektor di Selat Sunda
Sumber air juga masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat sekitar. Tradisi Nguras Lepen dan Ngirim Lepen menjadi bagian dari kebiasaan yang berkaitan dengan sumber air di kawasan Cabean Kunti.
Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa kawasan petirtaan tidak sepenuhnya terlepas dari kehidupan masyarakat. Peninggalan fisik dari masa lalu tetap berada dalam lingkungan yang memiliki hubungan dengan sumber air dan kebudayaan masyarakat hingga sekarang.
Di antara tujuh sendang yang ada, Sendang Lerep menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dikenali karena reliefnya. Jejak yang terpahat pada batu tersebut memberikan gambaran bahwa Petirtaan Cabean Kunti tidak hanya menyimpan cerita tentang sumber air, tetapi juga meninggalkan rekaman visual mengenai kebudayaan masa Jawa Kuno.
Dari relief itulah, Petirtaan Cabean Kunti dapat dilihat dari sisi yang berbeda. Bukan sekadar kompleks tujuh sendang, melainkan peninggalan yang masih menyimpan jejak kehidupan dan kebudayaan masa lalu di antara struktur batu dan sumber airnya. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber