Flashback 11 September 1973, Saat Istana Presiden Chile Dibombardir hingga Terbakar

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:07 WIB
Istana La Moneda di Santiago terbakar setelah dibombardir pesawat militer pada 11 September 1973, dalam kudeta yang menggulingkan Presiden Salvador Allende. (La Moneda)
Istana La Moneda di Santiago terbakar setelah dibombardir pesawat militer pada 11 September 1973, dalam kudeta yang menggulingkan Presiden Salvador Allende. (La Moneda)

SOLOBALAPAN.COM - Ada kejadian mengerikan dan bersejarah di dunia yang kebetulan terjadi pada tanggal 11 September. Salah satunya berlangsung di Chile pada 11 September 1973, ketika Istana La Moneda di Santiago menjadi sasaran serangan militer.

Hari itu menjadi salah satu titik paling kelam dalam sejarah Chile. Bukan hanya karena terjadi pergantian kekuasaan melalui kudeta, tetapi juga karena bangunan yang menjadi simbol pemerintahan negara tersebut diserang dari darat dan udara.

Baca Juga: Buntut Pembatalan Konser di Batam Imbas Polemik Bagasi, Honor Manggung Juicy Luicy Ikut Disorot

Pagi itu, Presiden Chile Salvador Allende tiba di Istana La Moneda sekitar pukul 07.30 waktu setempat. Saat itu, ia sudah mendapat kabar mengenai pemberontakan Angkatan Laut di Valparaíso. Situasi di negara tersebut semakin tegang dan tanda-tanda kudeta mulai terlihat.

Sekitar pukul 09.00, militer mengeluarkan pernyataan yang meminta Allende mengundurkan diri dan menyerahkan pemerintahan kepada junta militer. Namun, Allende menolak tuntutan tersebut.

Ia memilih tetap berada di La Moneda bersama orang-orang yang mendampinginya. Sementara itu, pasukan militer mulai bergerak menuju pusat pemerintahan. Tank dikerahkan dan pesawat militer mulai terlihat berputar di atas Santiago.

Menjelang siang, keadaan di sekitar La Moneda semakin mencekam. Allende masih sempat menyampaikan pesan terakhirnya kepada masyarakat melalui Radio Magallanes. Dalam pidatonya, ia menyatakan tidak akan mengundurkan diri dan memilih bertahan di dalam istana.

Tidak lama setelah siaran tersebut, serangan terhadap La Moneda semakin intensif. Sekitar pukul 11.00, pasukan darat mulai menyerang bangunan pemerintahan tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 11.52, pesawat Hawker Hunter milik Angkatan Udara Chile melancarkan serangan dari udara. Pesawat menembakkan roket ke arah La Moneda. Serangan tersebut menghancurkan sejumlah bagian bangunan dan menyebabkan kebakaran. 

Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Tembus US$2,4 Miliar, Kok Bisa Film Tom Holland Masih Diburu Penonton?

Gambaran La Moneda yang terbakar kemudian menjadi salah satu gambar paling terkenal dari peristiwa tersebut. Bangunan yang selama ini menjadi pusat pemerintahan Chile berubah menjadi lokasi pertempuran dan kehancuran hanya dalam hitungan jam.

Di tengah serangan itu, Allende tetap berada di dalam La Moneda. Setelah pasukan militer berhasil mengambil alih bangunan, Allende ditemukan telah meninggal dunia di dalam istana. Sumber-sumber sejarah Chile mencatat bahwa ia meninggal akibat bunuh diri. 

Setelah La Moneda dikuasai, kekuasaan pemerintahan beralih kepada junta militer yang terdiri dari pimpinan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Carabineros. Augusto Pinochet kemudian menjadi tokoh utama dalam pemerintahan militer yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Peristiwa 11 September 1973 bukan sekadar pergantian pemerintahan. Kudeta tersebut menjadi awal dari periode kediktatoran militer di Chile yang berlangsung selama 17 tahun.

Setelah pengambilalihan kekuasaan, terjadi penangkapan, penahanan, penyiksaan, penghilangan paksa, dan berbagai bentuk kekerasan politik terhadap masyarakat. 

Baca Juga: “Ngundhuh Wohing Pakarti”, Filosofi Jawa “Karma Nggak Pernah Salah Alamat"

Karena itulah, tanggal 11 September memiliki makna yang sangat berat bagi masyarakat Chile. Bagi banyak orang, tanggal tersebut tidak hanya mengingatkan pada sebuah kudeta, tetapi juga pada runtuhnya pemerintahan demokratis dan kekerasan politik yang terjadi setelahnya.

Hingga sekarang, berbagai lembaga sejarah dan kebudayaan Chile masih menyimpan rekaman, dokumen, serta foto dari hari tersebut. Bahkan terdapat rekaman audiovisual yang memperlihatkan pesawat militer menyerang La Moneda dan kondisi bangunan setelah dibombardir.

Peristiwa itu menunjukkan bagaimana satu hari dapat mengubah perjalanan sebuah negara. Pada pagi 11 September 1973, Salvador Allende masih berada di istana sebagai presiden.

Beberapa jam kemudian, La Moneda terbakar, pemerintahan berganti, dan Chile memasuki periode sejarah yang panjang dan penuh luka.(Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
Chile La Moneda perang