Pernah Ada Pajak Janggut, Pria di Rusia Harus Bayar agar Boleh Memelihara Janggut

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 10:00 WIB
Token pajak janggut dari Rusia yang digunakan sebagai bukti bahwa pemiliknya telah membayar untuk mempertahankan janggut pada masa Peter the Great. (Smithsonian)
Token pajak janggut dari Rusia yang digunakan sebagai bukti bahwa pemiliknya telah membayar untuk mempertahankan janggut pada masa Peter the Great. (Smithsonian)

SOLOBALAPAN.COM - Bayangkan jika hari ini pemerintah tiba-tiba mengenakan pajak kepada orang yang memilih memelihara janggut. Bukan pajak penghasilan, bukan pajak kendaraan, melainkan pajak karena memiliki rambut di wajah. Terdengar seperti lelucon, tetapi kebijakan semacam itu benar-benar pernah ada.

Pada 5 September 1698, Tsar Peter I atau yang lebih dikenal sebagai Peter the Great memberlakukan pajak janggut di Rusia.

Kebijakan yang terdengar aneh ini sebenarnya merupakan bagian dari ambisi besar Peter untuk mengubah Rusia menjadi negara yang lebih modern dan mengikuti gaya Eropa Barat.

Baca Juga: Banyak Orang Indonesia Merokok Sembarangan di Taipei sampai Dibuatkan Spanduk Bahasa Indonesia?

Sebelum kebijakan tersebut muncul, janggut panjang merupakan bagian yang umum dari penampilan pria Rusia, terutama di kalangan bangsawan.

Namun, Peter memiliki pandangan berbeda. Setelah melakukan perjalanan ke Eropa pada 1697–1698, ia melihat langsung berbagai kebiasaan dan perkembangan masyarakat Eropa Barat.

Sepulangnya ke Rusia, ia mulai mendorong perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pemerintahan, militer, hingga cara berpakaian dan berpenampilan.

Salah satu yang menjadi perhatian Peter adalah janggut. Ia menganggap penampilan berjanggut panjang sebagai bagian dari gaya lama Rusia yang ingin ia tinggalkan.

Peter bahkan mendorong para bangsawan untuk mencukur janggut dan mengenakan pakaian bergaya Eropa. Smithsonian mencatat bahwa setelah kembali dari perjalanan tersebut, Peter menjalankan berbagai reformasi untuk “membaratan-kan” Rusia, termasuk mendorong masyarakat pria agar tampil tanpa janggut.

Masalahnya, tidak semua orang mau mengikuti keinginan sang tsar.

Bagi sebagian masyarakat Rusia, terutama kalangan religius, mencukur janggut bukan sekadar persoalan gaya.

Janggut memiliki kaitan dengan tradisi dan keyakinan keagamaan. Karena itu, kebijakan Peter mendapat penolakan, termasuk dari Gereja Ortodoks Rusia.

Baca Juga: Fenomena Langit September 2026, Ada Bulan Purnama hingga Hujan Meteor

Peter kemudian mengambil jalan tengah. Daripada sepenuhnya melarang janggut, ia mengizinkan orang-orang tertentu untuk tetap memeliharanya dengan syarat membayar pajak.

Dengan kata lain, janggut boleh dipelihara, tetapi harus “legal” terlebih dahulu.

Yang membuat kebijakan ini semakin unik adalah bukti pembayaran pajaknya. Orang yang sudah membayar akan memperoleh sebuah benda logam kecil yang dikenal sebagai beard token atau token janggut.

Token tersebut harus dibawa sebagai bukti bahwa pemiliknya telah membayar hak untuk memelihara janggut.

Bentuk tokennya pun cukup unik. Salah satu koleksi Smithsonian dari tahun 1705 memperlihatkan gambar hidung, kumis, dan janggut pada salah satu sisinya.

Sisi lainnya menampilkan lambang elang berkepala dua Rusia. Pada token tersebut juga terdapat tulisan yang bermakna “uang telah diterima”.

Besarnya pajak tidak sama untuk semua orang. Kalangan bangsawan dan pedagang dapat dikenai pajak hingga 100 rubel per tahun, sementara kelompok masyarakat yang lebih rendah membayar jauh lebih sedikit.

Smithsonian mencatat bahwa terdapat perbedaan tarif berdasarkan status sosial dan kemampuan ekonomi.

Baca Juga: Flashback 4 September 2007, Fenomena Hurricane Felix Menerjang Nikaragua dengan Kekuatan 160 MPH

Kebijakan tersebut bukan sekadar soal mengumpulkan uang negara. Peter menggunakan berbagai reformasi budaya untuk mendorong Rusia mendekati gaya hidup Eropa Barat.

Janggut akhirnya menjadi salah satu simbol dari pertentangan antara tradisi lama Rusia dan visi modernisasi yang dibawa sang tsar.

Menariknya, token janggut dari masa tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang. Smithsonian bahkan menyimpan beberapa contoh beard token dalam koleksi nasionalnya, termasuk token tembaga yang dibuat pada 1705. British Museum juga memiliki token pajak janggut Rusia dari tahun yang sama.

Jadi, jika hari ini seseorang mengeluh karena harga cukur rambut semakin mahal, mungkin ia masih bisa bersyukur. Setidaknya, untuk memelihara janggut, kita tidak perlu membawa token khusus sebagai bukti sudah membayar pajak.

Di Rusia pada masa Peter the Great, memelihara janggut ternyata bukan cuma pilihan gaya. Ada harganya.(Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
budaya tempo dulu eropa fenomena