Keunikan Benteng Willem I Ambarawa, Tidak Hanya untuk Wisata tapi Masih Digunakan sebagai Lapas

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:28 WIB
Benteng Fort Willem I di Ambarawa yang masih digunakan sebagai lapas.
Benteng Fort Willem I di Ambarawa yang masih digunakan sebagai lapas.

SOLOBALAPAN.COM-Benteng Fort Willem I di Ambarawa, Kabupaten Semarang, merupakan bangunan peninggalan masa kolonial yang masih berdiri hingga kini. Benteng yang juga dikenal dengan sebutan Benteng Pendem itu kini telah ditata sebagai kawasan wisata heritage. Namun, tidak seluruh kompleksnya digunakan untuk kegiatan wisata.

Sebagian kompleks Benteng Fort Willem I masih digunakan sebagai Lapas Ambarawa. Sementara bagian lainnya telah ditata dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai kawasan wisata sejarah. Kondisi tersebut membuat satu kawasan benteng memiliki fungsi yang berbeda hingga saat ini.

Baca Juga: Suara Anna Kembali, Kristen Bell Bersiap Membuka Babak Baru Frozen

Keberadaan fungsi pemasyarakatan tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang Benteng Fort Willem I. Pada masa kolonial, bangunan ini digunakan untuk kepentingan militer, termasuk sebagai barak dan tempat penyimpanan logistik. Dalam perkembangannya, fungsi bangunan kemudian mengalami perubahan dan sebagian kompleks digunakan sebagai tempat penahanan.

Perubahan fungsi tersebut berlangsung hingga setelah masa kolonial. Sebagian kawasan kemudian menjadi bagian dari Lapas Ambarawa dan fungsi pemasyarakatan itu masih berjalan sampai sekarang. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut sebagian Benteng Fort Willem I masih digunakan sebagai Lapas Ambarawa ketika kawasan tersebut ditata untuk pemanfaatan masyarakat.

Baca Juga: Geger Demo Mahasiswa di Jakarta! Polisi Amankan 2 Orang Bawa Sajam, BEM UI Tegaskan Bukan Bagian Dari Pihaknya!

Di sisi lain, bagian kawasan yang telah ditata mulai dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengenal sejarah Benteng Fort Willem I. Masyarakat dapat mengunjungi area yang telah dibuka dan melihat langsung bangunan peninggalan masa kolonial tersebut.

Nama Benteng Pendem juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kawasan ini. Sebutan tersebut berkaitan dengan posisi bangunan yang sebagian berada lebih rendah dari permukaan tanah. Kondisi itu menjadi salah satu ciri fisik yang membuat Fort Willem I memiliki sebutan lain di Ambarawa.

Sebagai bangunan yang telah berdiri sejak masa kolonial, Benteng Fort Willem I mengalami perubahan kondisi dan fungsi. Karena itu, penataan kawasan menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberadaan bangunan bersejarah tersebut sekaligus memberikan ruang yang dapat digunakan masyarakat.

Kementerian Pekerjaan Umum melakukan penataan kawasan Benteng Pendem Ambarawa melalui program revitalisasi. Penataan dilakukan dengan memperhatikan kawasan sebagai bagian dari cagar budaya, termasuk bangunan dan lingkungan di sekitarnya.

Penataan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bangunan utama benteng. Lingkungan kawasan juga mendapat perhatian, termasuk penyediaan fasilitas pendukung bagi masyarakat yang datang ke area yang telah dibuka untuk umum. Pemerintah mengarahkan kawasan tersebut agar dapat mendukung kegiatan edukasi serta wisata heritage.

Baca Juga: Dugaan Intimidasi Demo Mahasiswa: Sewa 24 Kopaja Dibatalkan Mendadak, BEM UI Nekat Naik Angkot!

Pada 2025, penataan tahap pertama kawasan Benteng Pendem Ambarawa telah diselesaikan. Hasil penataan tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan kawasan sebagai destinasi edukasi dan wisata sejarah. Dalam peninjauan kawasan, pemerintah juga menegaskan bahwa sebagian kompleks Benteng Fort Willem I masih digunakan sebagai Lapas Ambarawa.

Dengan demikian, keberadaan Benteng Fort Willem I saat ini tidak hanya berkaitan dengan bangunan peninggalan masa kolonial. Di dalam kawasan yang sama masih terdapat fungsi pemasyarakatan, sementara bagian lainnya telah ditata untuk kegiatan masyarakat.

Penataan kawasan juga menunjukkan bahwa pelestarian bangunan bersejarah tidak selalu berarti mengubah seluruh kawasan menjadi tempat wisata. Pada Benteng Fort Willem I, fungsi yang telah berjalan tetap dipertahankan pada bagian tertentu, sedangkan area lainnya dikembangkan agar masyarakat dapat mengenal dan memanfaatkan kawasan bersejarah tersebut.

Benteng Fort Willem I akhirnya tetap menjadi bagian dari kehidupan Ambarawa hingga sekarang. Bangunan yang dahulu berkaitan dengan kepentingan militer itu kini berada dalam kondisi dengan fungsi yang beragam, mulai dari kawasan wisata heritage hingga bagian kompleks yang masih digunakan sebagai Lapas Ambarawa. (hanifatuz zahra)

 
 
 

 

 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
Ambarawa explore semarang benteng amabrawa benteng fort willem kabupaten semarang