SOLOBALAPAN.COM - Di sebuah lembah sempit di Pegunungan Pyrenees, dekat perbatasan Spanyol dan Prancis, berdiri sebuah bangunan yang ukurannya jauh lebih besar daripada yang mungkin dibayangkan untuk sebuah kota kecil.
Bangunan itu adalah Canfranc International Railway Station, stasiun yang pernah menjadi salah satu proyek perkeretaapian paling ambisius di Eropa.
Dengan panjang sekitar 241 meter, ratusan jendela, puluhan pintu, aula besar, hotel, kantor bea cukai, kantor pos, hingga fasilitas untuk petugas kereta api, Canfranc lebih menyerupai istana daripada stasiun biasa.
Pemerintah Kota Canfranc bahkan menyebutnya sebagai salah satu kompleks perkeretaapian terbesar yang dibangun di Spanyol pada awal abad ke-20.
Gagasan pembangunan stasiun ini berkaitan dengan keinginan menghubungkan Spanyol dan Prancis melalui Pegunungan Pyrenees. Jalur tersebut membutuhkan pembangunan Terowongan Somport, yang pengerjaannya dimulai pada 1908 dan selesai pada 1914.
Setelah berbagai proses pembangunan, stasiun internasional Canfranc akhirnya mulai beroperasi pada 18 Juli 1928. Peresmiannya dihadiri oleh Raja Alfonso XIII dari Spanyol dan Presiden Prancis Gaston Doumergue.
Baca Juga: Funeral Train, Ketika Kereta Api Mengantar Jenazah ke Peristirahatan Terakhir
Lokasinya bukan dipilih secara sembarangan. Canfranc berada di lembah Los Arañones, dekat perbatasan Prancis. Untuk membangun kompleks sebesar itu di wilayah pegunungan, diperlukan berbagai pekerjaan teknik sipil untuk mengatasi risiko alam seperti longsoran, banjir, dan salju longsor.
Saat selesai, Canfranc menjadi titik penting dalam perjalanan lintas perbatasan. Kereta dari Spanyol dan Prancis dapat bertemu di kawasan tersebut, sementara bangunan stasiunnya menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh penumpang maupun petugas.
Arsitekturnya pun dibuat sangat megah. Bangunan utama memiliki desain memanjang dengan bagian tengah yang menjadi aula utama. Jendela-jendela besar, pilar, ornamen dekoratif, serta penggunaan besi dan kaca membuat stasiun ini terlihat jauh lebih mewah daripada stasiun pegunungan pada umumnya.
Di dalam kompleks juga terdapat hotel internasional, kantor bea cukai, kantor pos, polisi, dan fasilitas perusahaan kereta api dari kedua negara.
Baca Juga: Sejarah ORI, Uang Pertama Republik Indonesia
Namun, kejayaan Canfranc tidak berlangsung selamanya.
Hubungan kereta api internasional antara Spanyol dan Prancis sempat mengalami gangguan akibat situasi politik.
Menurut pemerintah Canfranc, stasiun tersebut bahkan ditutup antara 1945 dan 1949 karena ketidaksepakatan politik dengan pemerintah Prancis.
Setelah itu, aktivitas kereta kembali berjalan, tetapi masa kejayaan stasiun perlahan mulai berlalu.
Peristiwa paling menentukan terjadi pada 27 Maret 1970. Sebuah kereta barang yang bergerak dari Prancis menuju Canfranc mengalami kecelakaan dan menghantam jembatan L'Estanguet.
Jembatan tersebut rusak parah dan tidak pernah dibangun kembali. Akibatnya, lalu lintas kereta internasional melalui jalur Canfranc–Pau dihentikan.
Sejak saat itu, bagian besar kompleks Canfranc kehilangan fungsi aslinya. Bangunan stasiun yang dahulu dipenuhi penumpang dan kereta kemudian menjadi semacam kapsul waktu di tengah pegunungan.
Namun, Canfranc tidak benar-benar dilupakan.
Pada 2002, bangunan bersejarah tersebut ditetapkan sebagai Bien de Interés Cultural, atau aset budaya yang dilindungi. Pemerintah Aragón kemudian membeli bangunan stasiun pada 2013 dan memulai berbagai proyek untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Baca Juga: WALI Kenakan Busana Adat NTT di Istana, Ada Pesan yang Mereka Bawa
Restorasi akhirnya mengubah wajah Canfranc. Bangunan bersejarahnya dipertahankan, sementara kawasan rel ditata kembali dan sebuah stasiun baru dibangun. Pada 2021, stasiun baru Canfranc mulai digunakan.
Bangunan bersejarahnya kemudian mendapatkan kehidupan baru. Pada 27 Januari 2023, bekas stasiun internasional tersebut dibuka sebagai Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel.
Bangunan yang dahulu menjadi tempat penumpang menunggu kereta kini memiliki kamar hotel, restoran, perpustakaan, spa, dan berbagai fasilitas lainnya.
Meski sudah berubah fungsi, kemegahan bangunan lamanya tetap dipertahankan. Panjang bangunan, bentuk fasad, serta karakter arsitekturnya masih mengingatkan pada masa ketika Canfranc menjadi salah satu gerbang penting antara Spanyol dan Prancis.
Yang membuat Canfranc menarik bukan hanya karena bangunannya besar dan indah. Stasiun ini juga memiliki kisah tentang ambisi manusia membangun jalur kereta melintasi pegunungan, hubungan dua negara, perubahan politik, kecelakaan yang mengakhiri perjalanan internasionalnya, hingga usaha untuk menghidupkannya kembali.
Dari stasiun internasional yang sibuk, menjadi bangunan yang nyaris kehilangan fungsi, lalu kembali hidup dengan wajah baru—Canfranc seolah memiliki perjalanan yang sama panjangnya dengan kereta yang dahulu berhenti di peronnya. (luthfiana sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber