Kisah Seniman yang Menggunakan Karya untuk Menyuarakan Kemerdekaan

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Karya seni menjadi salah satu cara para seniman menyuarakan semangat kemerdekaan.(Pinterest)
Karya seni menjadi salah satu cara para seniman menyuarakan semangat kemerdekaan.(Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM -Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan dengan senjata. Pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945–1949, seni juga menjadi salah satu cara untuk membangkitkan semangat rakyat.

Para seniman menggunakan lukisan, poster, sastra, drama, hingga musik untuk menyampaikan pesan perjuangan. Karya-karya tersebut hadir di tengah masyarakat sebagai ajakan untuk mempertahankan kemerdekaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

Baca Juga: Pramoedya Ananta Toer, Penulis yang Menjadikan Kata-Kata sebagai Perlawanan

Kajian Museum Benteng Vredeburg mencatat bahwa keterlibatan seniman pada masa revolusi mencakup seni rupa, drama, sastra, dan seni suara. 

Salah satu karya yang paling dikenal adalah poster “Boeng, Ajo Boeng” yang dibuat pada 1945. Poster tersebut lahir dari kolaborasi beberapa seniman dan sastrawan, yaitu Affandi, S. Sudjojono, dan Chairil Anwar, dengan Dullah sebagai model.

Poster ini menjadi salah satu karya visual yang terkenal dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Baca Juga: Di Balik Lukisan dan Musim Panas, Fans Curiga Red Velvet Siapkan Plot Twist Baru

Poster tersebut menampilkan sosok pemuda dengan tangan terangkat dan rantai yang telah terputus. Gambaran tersebut menjadi simbol kebebasan dari belenggu penjajahan.

Sementara tulisan “Boeng, Ajo Boeng” menjadi seruan yang mengajak masyarakat untuk bergerak mempertahankan kemerdekaan.

Affandi sendiri memang aktif membuat poster perjuangan pada masa sekitar Proklamasi. Museum Affandi mencatat bahwa pada periode 1945–1948, ia terlibat dalam pembuatan poster yang mendorong masyarakat untuk melawan Belanda bersama sejumlah seniman lain, termasuk S. Sudjojono, Dullah, dan Trubus. 

Menariknya, poster perjuangan pada masa itu bukan sekadar karya seni untuk dipajang di galeri. Poster dibuat agar dapat dilihat sebanyak mungkin orang.

Kajian mengenai keterlibatan seniman mencatat bahwa poster-poster tersebut ditempel di berbagai lokasi strategis di dalam maupun luar Yogyakarta untuk membangkitkan semangat masyarakat.

Baca Juga: Rayakan Rose Day, Taeyong NCT dan Seulgi Red Velvet Rilis MV Romantis 'Rose'

Para seniman juga harus bekerja dalam kondisi yang penuh risiko. Pada masa awal kemerdekaan, situasi politik dan keamanan masih tidak stabil. Beberapa karya bahkan dibuat dan diperbanyak secara sembunyi-sembunyi agar dapat disebarkan kepada masyarakat.

Di luar poster, lukisan juga menjadi media untuk merekam keadaan masyarakat dan perjuangan. S. Sudjojono dan Hendra Gunawan, misalnya, dikenal sebagai seniman yang menghasilkan karya dengan perhatian kuat terhadap kehidupan rakyat dan suasana perjuangan.

Seni rupa pada masa tersebut tidak hanya mengejar keindahan, tetapi juga berusaha menggambarkan realitas yang sedang dihadapi bangsa. 

Perjuangan melalui seni juga berlangsung dalam bentuk lain. Drama, sandiwara, ketoprak, wayang, lagu, dan karya sastra turut digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Baca Juga: Nekat Ejek Burung Hantu Pakai Teka-Teki, Ini Sinopsis Novel Anak Klasik 'The Tale of Squirrel Nutkin'

Seni menjadi media yang lebih dekat dengan kehidupan rakyat sehingga pesan mengenai perjuangan dapat disampaikan dengan cara yang mudah diterima. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa seniman memiliki posisi yang cukup penting dalam revolusi. Mereka tidak selalu berada di garis depan dengan membawa senjata, tetapi karya mereka dapat memengaruhi semangat dan psikologis masyarakat.

Bahkan, sejumlah seniman tidak hanya berkarya dari belakang. Kajian Museum Benteng Vredeburg mencatat bahwa beberapa seniman juga terlibat langsung dalam perjuangan, seperti S. Sudjojono dan Djaduk Djojokusumo yang bergabung dalam kesatuan perjuangan. 

Pada akhirnya, karya-karya tersebut menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia. Poster yang dahulu dibuat untuk membangkitkan semangat rakyat kini menjadi benda bersejarah yang memperlihatkan bagaimana seni dan perjuangan kemerdekaan pernah berjalan berdampingan.

Para seniman membuktikan bahwa perjuangan tidak selalu harus dilakukan dengan senjata. Sebuah gambar, tulisan, lagu, atau pertunjukan juga dapat menjadi cara untuk menyuarakan kemerdekaan. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar Revolusi kemerdekaan indonesia seniman