Sejarah ORI, Uang Pertama Republik Indonesia

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB
ORI menjadi salah satu simbol kedaulatan ekonomi Indonesia setelah kemerdekaan.(Pinterest)
ORI menjadi salah satu simbol kedaulatan ekonomi Indonesia setelah kemerdekaan.(Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Oeang Republik Indonesia (ORI) adalah mata uang yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia dan mulai berlaku secara resmi pada 30 Oktober 1946

ORI menjadi salah satu simbol kedaulatan Indonesia setelah merdeka, karena untuk pertama kalinya pemerintah Republik memiliki mata uang yang diterbitkan dan dikendalikan sendiri.

Sebelum ORI beredar, kondisi keuangan Indonesia masih sangat rumit. Berbagai jenis mata uang masih digunakan oleh masyarakat, termasuk uang peninggalan pemerintah Hindia Belanda dan uang yang diterbitkan pemerintah pendudukan Jepang.

Baca Juga: Aksi 'Challenge' Miras Berbuntut Panjang! Kontrakan MC di Bekasi Digeruduk Massa, Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku 

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah Republik menghadapi tantangan untuk membangun sistem keuangan sendiri di tengah kondisi politik dan keamanan yang belum stabil.

Penerbitan mata uang sendiri menjadi salah satu langkah penting untuk menunjukkan bahwa Republik Indonesia memiliki pemerintahan dan kewenangan ekonomi sendiri.

Baca Juga: Resmi Tinggalkan SM Entertainment, Winwin Akhiri Perjalanan Karir 10 Tahun

Jadi, ORI bukan sekadar alat untuk melakukan transaksi sehari-hari. Kehadirannya juga memiliki makna politik sebagai tanda kedaulatan negara yang baru berdiri.

Gagasan untuk menerbitkan uang Republik sudah muncul sejak awal kemerdekaan. Pemerintah kemudian mempersiapkan penerbitannya di tengah berbagai keterbatasan.

Kondisi perang membuat proses pencetakan dan distribusi uang tidak mudah. Infrastruktur percetakan juga belum sepenuhnya mendukung kebutuhan sebuah negara yang baru merdeka.

Baca Juga: Syuting Rumah Singgah Bikin Zara dan Ciccio Terhubung Emosional dengan Karakter Penderita Kanker

Salah satu tokoh yang terlibat dalam persiapan penerbitan ORI adalah A.A. Maramis, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Keuangan. Setelah kabinet berganti, proses tersebut dilanjutkan oleh Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Keuangan berikutnya.

Akhirnya, pada 30 Oktober 1946, ORI mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Republik Indonesia. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Oeang Republik Indonesia.

Kemunculan ORI terjadi dalam situasi yang masih penuh konflik. Indonesia saat itu belum sepenuhnya terbebas dari ancaman Belanda.

Baca Juga: Jaehyun NCT Siap Comeback Lewat “99 Degrees”, Menandai Kembalinya Sang Idola Usai Wajib Militer

Selain itu, berbagai mata uang masih beredar di masyarakat sehingga pemerintah harus menghadapi persoalan pengendalian peredaran uang dan kestabilan ekonomi.

Belanda juga berusaha mengembalikan pengaruhnya di Indonesia, termasuk melalui penerbitan mata uang yang dikenal sebagai uang NICA.

Persaingan penggunaan mata uang tersebut menunjukkan bahwa uang pada masa itu bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan perebutan kekuasaan antara Republik Indonesia dan Belanda.

Di beberapa daerah, distribusi ORI dari pemerintah pusat juga mengalami kendala akibat kondisi perang. Hal tersebut kemudian mendorong munculnya Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) di sejumlah wilayah.

Mata uang daerah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan transaksi ketika pasokan uang dari pemerintah pusat sulit diperoleh.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lagu Putus, Ini Makna Mendalam 'To My First' (Majimak Insa) Milik NCT Dream

Desain ORI juga menarik untuk diperhatikan. Lembaran uang tersebut menampilkan berbagai gambar yang berkaitan dengan identitas Indonesia, termasuk tokoh dan simbol yang dianggap penting bagi Republik.

Dengan demikian, uang menjadi salah satu media untuk memperkenalkan identitas negara kepada masyarakat.

Pada masa awal kemerdekaan, selembar uang memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai nominalnya. Setiap lembar ORI menunjukkan bahwa pemerintah Republik berusaha menjalankan fungsi negara secara mandiri, termasuk dalam bidang ekonomi dan keuangan.

ORI kemudian tidak lagi digunakan setelah sistem mata uang Indonesia mengalami berbagai perkembangan. Nama rupiah akhirnya menjadi mata uang resmi Indonesia dan terus digunakan hingga sekarang.

Meski demikian, ORI tetap memiliki tempat penting dalam sejarah Indonesia. Uang tersebut menjadi salah satu bukti bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui pertempuran.

Di tengah situasi perang, pemerintah juga berusaha membangun sistem pemerintahan, ekonomi, dan keuangan negara.

Dari selembar uang, tersimpan cerita tentang bagaimana Indonesia yang baru merdeka berusaha menunjukkan bahwa dirinya adalah sebuah negara yang berdaulat.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
luthfiana sekar oeang republik Indonesia mata uang indonesia ekonomi