SOLOBALAPAN.COM - Jauh sebelum kereta bawah tanah menjadi pemandangan biasa di kota-kota besar dunia, London sudah lebih dulu membawa kereta masuk ke bawah tanah.
Pada 10 Januari 1863, layanan Metropolitan Railway resmi dibuka dan menjadi awal dari sistem yang kemudian dikenal sebagai London Underground.
Pembukaan jalur tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah transportasi perkotaan. Saat itu, London sedang berkembang pesat dan jumlah penduduknya terus bertambah.
Baca Juga: Kereta Tanpa Solar dan Kabel Listrik, China Mulai Gunakan Hidrogen
Jalan-jalan di pusat kota semakin padat oleh kereta kuda, kendaraan, dan aktivitas perdagangan. Pemerintah dan para pengembang membutuhkan cara baru untuk memindahkan orang tanpa menambah kepadatan di permukaan.
Solusinya adalah membangun jalur kereta di bawah tanah.
Metropolitan Railway pada awalnya menghubungkan Paddington dengan Farringdon, dengan panjang sekitar 6 kilometer. Jalur tersebut dibangun menggunakan metode cut-and-cover.
Baca Juga: Mengulas Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori: Ajak Pembaca Berdamai dengan Masa Lalu
Tanah digali dari permukaan, jalur dan terowongan dibangun di bawahnya, kemudian bagian atasnya ditutup kembali.
Namun, ada satu hal yang mungkin terasa aneh jika dibandingkan dengan kereta bawah tanah modern. Kereta yang digunakan pada masa awal belum menggunakan listrik.
Lokomotif yang menarik rangkaian kereta menggunakan tenaga uap. Karena itu, perjalanan di dalam terowongan menghasilkan asap dan uap.
Untuk mengurangi masalah tersebut, terowongan dirancang dengan ventilasi dan terdapat bagian jalur yang dibuat terbuka agar asap dapat keluar.
Pada hari pertama beroperasi, Metropolitan Railway langsung menarik perhatian masyarakat. Ribuan penumpang menggunakan layanan tersebut.
Kereta bawah tanah yang awalnya dibuat untuk mengatasi masalah transportasi London ternyata menjadi sesuatu yang jauh lebih besar: sebuah model baru bagi transportasi perkotaan.
Kesuksesan jalur pertama kemudian mendorong pembangunan jalur-jalur baru. Sistem kereta bawah tanah London berkembang dan sejumlah perusahaan berbeda ikut membangun jaringan mereka sendiri.
Baca Juga: Pramoedya Ananta Toer, Penulis yang Menjadikan Kata-Kata sebagai Perlawanan
Salah satu perkembangan penting terjadi ketika jalur bawah tanah mulai menggunakan tenaga listrik, sehingga perjalanan di dalam terowongan menjadi jauh lebih bersih dan nyaman.
Pada akhir abad ke-19, London juga memiliki jalur deep-level tube yang menggunakan metode konstruksi berbeda. Terowongan dibangun jauh lebih dalam menggunakan peralatan khusus, sehingga bentuknya lebih menyerupai tabung. Dari sinilah istilah "Tube" kemudian sangat melekat dengan kereta bawah tanah London.
Perkembangan jaringan terus berlangsung hingga berbagai jalur yang sebelumnya dikelola perusahaan berbeda akhirnya berada dalam satu sistem. Nama London Underground kemudian menjadi identitas yang dikenal luas hingga sekarang.
Menariknya, Metropolitan Railway tidak hanya menjadi bagian dari sejarah transportasi London. Jalur ini juga memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan kota.
Kehadiran stasiun membuat wilayah yang sebelumnya berada di luar pusat kota menjadi lebih mudah dijangkau. Perusahaan kereta bahkan ikut mengembangkan kawasan permukiman di sekitar beberapa jalur dan stasiun.
Dengan kata lain, kereta bawah tanah bukan hanya membawa manusia dari satu tempat ke tempat lain. Ia ikut mengubah bentuk sebuah kota.
Kini London Underground telah berkembang menjadi salah satu jaringan transportasi perkotaan paling terkenal di dunia. Sistemnya terdiri atas berbagai jalur yang menghubungkan pusat London dengan kawasan di sekitarnya.
Kereta yang dahulu menggunakan lokomotif uap dan berjalan melalui terowongan penuh asap kini telah berubah menjadi jaringan kereta listrik modern dengan teknologi yang jauh lebih maju.
Namun, semuanya berawal dari satu perjalanan pada 10 Januari 1863.
Saat sebuah kereta meninggalkan Paddington menuju Farringdon, London sebenarnya sedang menyaksikan lahirnya sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: kereta api yang membawa penumpang secara reguler di bawah permukaan kota.
Dan dari perjalanan sederhana itulah konsep kereta bawah tanah kemudian menyebar ke berbagai kota di dunia. (luthfiana sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber