Mallard, Lokomotif Uap Tercepat di Dunia Torehkan Rekor sejak 1938

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:49 WIB
Mallard 4468 merupakan lokomotif uap LNER Class A4 yang mencatat kecepatan 126 mph atau sekitar 203 km/jam pada 3 Juli 1938. Rekornya masih bertahan hingga kini (National Railways Museum)
Mallard 4468 merupakan lokomotif uap LNER Class A4 yang mencatat kecepatan 126 mph atau sekitar 203 km/jam pada 3 Juli 1938. Rekornya masih bertahan hingga kini (National Railways Museum)

SOLOBALAPAN.COM - Diantara banyak lokomotif uap yang pernah dibuat, Mallard memiliki tempat khusus dalam sejarah perkeretaapian. Lokomotif asal Inggris ini dikenal karena berhasil mencatat kecepatan 126 mil per jam atau sekitar 203 km/jam pada 3 Juli 1938.

Hingga sekarang, catatan tersebut masih dikenal sebagai rekor kecepatan dunia untuk lokomotif uap.

Mallard merupakan lokomotif LNER Class A4 Pacific dengan nomor 4468. Lokomotif ini dirancang oleh Sir Nigel Gresley, salah satu insinyur paling berpengaruh dalam sejarah perkeretaapian Inggris.

Baca Juga: Siapa Penemu Kereta Api Uap? Mengenal Tokoh di Balik Lahirnya Lokomotif Modern

Kelas A4 sendiri dikembangkan LNER pada era 1930-an ketika perusahaan-perusahaan kereta api Inggris sedang berlomba meningkatkan kecepatan perjalanan kereta ekspres.

Desain Mallard dibuat dengan mempertimbangkan kecepatan. Bentuk bodinya dibuat lebih aerodinamis dibandingkan banyak lokomotif uap sebelumnya.

Tampilan yang ramping bukan sekadar untuk membuatnya terlihat menarik, tetapi juga membantu mengurangi hambatan udara ketika melaju dalam kecepatan tinggi.

Baca Juga: Dari Mana Asal Nama "Sepur"? Menelusuri Sejarah Istilah Kereta Api dalam Bahasa Jawa

Sebelum Mallard mencetak rekor, LNER memang sedang berusaha meningkatkan kecepatan kereta ekspresnya. Persaingan dengan perusahaan kereta api lain membuat kecepatan menjadi salah satu hal yang semakin diperhatikan.

Lokomotif A4 kemudian menjadi salah satu jawaban LNER terhadap persaingan tersebut.

Momen yang membuat nama Mallard masuk buku sejarah terjadi pada 3 Juli 1938. Saat itu, Mallard menjalani perjalanan uji coba di jalur utama Inggris.

Lokomotif tersebut melaju di Stoke Bank, dekat Grantham, dengan menarik rangkaian kereta.

Dalam perjalanan tersebut, Mallard mencapai kecepatan 126 mph atau sekitar 203 km/jam. Kecepatan tersebut tercatat menggunakan peralatan pengukur kecepatan dan sebuah dynamometer car yang berada dalam rangkaian.

National Railway Museum menyebut pencapaian tersebut sebagai rekor kecepatan untuk lokomotif uap yang masih bertahan hingga sekarang.

Namun, perjalanan pemecahan rekor tersebut bukan tanpa masalah. Setelah mencapai kecepatan tertinggi, salah satu bagian lokomotif mengalami kerusakan akibat panas dan tekanan tinggi.

Baca Juga: Sejarah Kereta Api Pengangkut Garam, Ketika Rel Menjadi Jalur Distribusi "Emas Putih"

Mallard kemudian harus diperiksa dan diperbaiki setelah perjalanan tersebut.

Meski demikian, kerusakan tersebut tidak menghapus pencapaiannya. Justru perjalanan itu menunjukkan seberapa jauh teknologi lokomotif uap telah berkembang pada akhir dekade 1930-an.

Rekor Mallard juga menjadi semakin menarik karena lokomotif ini tidak dibuat khusus hanya untuk memecahkan rekor. Mallard merupakan bagian dari kelas A4 yang dirancang untuk menjalankan layanan kereta ekspres.

Artinya, teknologi yang digunakan untuk mengejar kecepatan tinggi juga diterapkan dalam perjalanan kereta penumpang reguler.

Salah satu faktor penting di balik kemampuan Mallard adalah desain 4-6-2 Pacific. Susunan roda tersebut memberikan konfigurasi yang sesuai untuk lokomotif kereta ekspres.

Mallard juga menggunakan sistem ketel dan mesin yang dirancang untuk menghasilkan tenaga besar pada kecepatan tinggi.

Selain kemampuan teknisnya, bentuk aerodinamis menjadi ciri khas A4. Bagian depan lokomotif dibuat dengan desain streamline yang membuatnya tampak berbeda dari lokomotif uap konvensional. Warna biru khasnya kemudian semakin melekat dengan citra Mallard sebagai lokomotif pemecah rekor.

Mallard bukan satu-satunya A4 yang terkenal. Kelas tersebut terdiri atas sejumlah lokomotif yang juga digunakan untuk menarik kereta ekspres.

Beberapa di antaranya bahkan masih bertahan hingga sekarang sebagai lokomotif bersejarah. National Railway Museum mencatat bahwa terdapat enam lokomotif A4 yang masih bertahan.

Setelah masa kejayaannya, Mallard akhirnya berhenti dari layanan reguler. Seperti banyak lokomotif uap lainnya, perkembangan lokomotif diesel dan listrik membuat peran lokomotif uap semakin berkurang.

Mallard kemudian diselamatkan dan dipertahankan sebagai bagian dari warisan perkeretaapian Inggris.

Saat ini, Mallard menjadi salah satu koleksi penting National Railway Museum di York. Lokomotif tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari koleksi museum dan menjadi pengingat dari masa ketika lokomotif uap menjadi teknologi transportasi utama.

Menariknya, angka 126 mph yang dicapai Mallard pada 1938 masih menjadi rekor yang sering dibicarakan hingga sekarang. Hal ini bukan berarti Mallard merupakan kereta tercepat sepanjang sejarah.

Kereta modern bertenaga listrik jelas mampu melaju jauh lebih cepat. Rekor tersebut secara khusus merujuk pada lokomotif uap.

Rekor Mallard menjadi istimewa karena dicapai pada masa ketika teknologi transportasi masih didominasi mesin mekanis dan tenaga uap.

Tanpa komputer modern atau sistem kendali elektronik seperti yang digunakan kereta masa kini, para insinyur berhasil menciptakan lokomotif yang mampu mencapai lebih dari 200 kilometer per jam.

Lebih dari delapan dekade setelah perjalanan bersejarahnya, Mallard tetap menjadi salah satu simbol perkembangan teknologi perkeretaapian Inggris.

Bentuknya yang aerodinamis, warna biru khas, dan catatan kecepatan yang belum terkalahkan oleh lokomotif uap lain membuatnya tidak sekadar menjadi lokomotif tua.

Mallard adalah bukti dari puncak perkembangan teknologi lokomotif uap. Ketika dunia perkeretaapian kemudian beralih ke tenaga diesel dan listrik, pencapaian Mallard menjadi salah satu catatan terakhir dari era kejayaan lokomotif uap berkecepatan tinggi. (luthfiana sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : National Railways Museum
luthfiana sekar Mallard inggris kereta uap lokomotif