Flying Scotsman, Lokomotif Uap Legendaris yang Pernah Tembus 161 Km/Jam

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Flying Scotsman merupakan lokomotif uap legendaris Inggris yang dibangun pada 1923. Lokomotif ini dikenal sebagai yang pertama mencapai kecepatan resmi 100 mil per jam pada 1934( National Railways Museum)
Flying Scotsman merupakan lokomotif uap legendaris Inggris yang dibangun pada 1923. Lokomotif ini dikenal sebagai yang pertama mencapai kecepatan resmi 100 mil per jam pada 1934( National Railways Museum)

SOLOBALAPAN.COM - Nama Flying Scotsman sudah sangat dikenal dalam sejarah perkeretaapian Inggris. Lokomotif uap berwarna hijau ini bukan hanya terkenal karena desainnya, tetapi juga karena berbagai pencapaian yang membuatnya menjadi salah satu lokomotif paling ikonik di dunia.

Saat ini, Flying Scotsman dikenal dengan nomor 60103 dan menjadi bagian dari koleksi National Railway Museum di York. Meski usianya telah lebih dari satu abad, lokomotif ini masih sesekali dibawa beroperasi dalam perjalanan khusus dan kunjungan ke jalur kereta warisan. 

Dibangun pada 1923

Flying Scotsman pertama kali keluar dari Doncaster Works pada 24 Februari 1923. Lokomotif ini dibuat untuk London and North Eastern Railway (LNER) dan dirancang oleh insinyur terkenal Inggris, Sir Nigel Gresley.

Baca Juga: Sejarah Kereta Api Pengangkut Garam, Ketika Rel Menjadi Jalur Distribusi "Emas Putih"

Pada awalnya, lokomotif ini belum menggunakan nama Flying Scotsman. Nomor pertamanya adalah 1472 dan termasuk dalam kelas A1 Pacific, salah satu lokomotif paling bertenaga yang digunakan LNER pada masa itu.

Pada 1924, lokomotif tersebut diberi nomor 4472 dan mendapatkan nama Flying Scotsman. Nama tersebut diambil dari layanan kereta ekspres London–Edinburgh yang telah beroperasi sejak 1862.

Baca Juga: Fakta Menarik Ekiben, Bekal Khas Penumpang Kereta Jepang

Bukan Sekadar Nama Lokomotif

Menariknya, istilah Flying Scotsman sebenarnya merujuk pada layanan kereta ekspres London–Edinburgh, bukan hanya lokomotifnya.

Layanan tersebut berangkat dari London King's Cross menuju Edinburgh Waverley dan menjadi salah satu layanan kereta paling terkenal di Inggris. Karena lokomotif yang menarik layanan tersebut ikut menggunakan nama yang sama, Flying Scotsman akhirnya lebih dikenal sebagai nama lokomotif legendaris.

Pada 1928, Flying Scotsman digunakan untuk menarik layanan nonstop London–Edinburgh. Perjalanan tersebut menempuh sekitar 393 mil dan menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah kereta ekspres Inggris. 

Mencapai Kecepatan 100 Mil per Jam

Salah satu alasan Flying Scotsman begitu terkenal adalah pencapaiannya pada 1934.

Dalam sebuah perjalanan uji coba, Flying Scotsman tercatat mencapai 100 mil per jam, atau sekitar 161 km/jam. National Railway Museum mencatatnya sebagai lokomotif uap pertama yang secara resmi mencapai kecepatan tersebut. 

Pencapaian ini sangat luar biasa untuk lokomotif uap pada zamannya. Kecepatan tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan teknologi lokomotif Inggris dalam mengembangkan kereta ekspres berkecepatan tinggi.

Baca Juga: Pernah Naik Kereta Grenjeng? Ini Sejarah Julukan yang Melekat di Dunia Perkeretaapian Indonesia

Mengelilingi Dunia

Flying Scotsman ternyata tidak hanya terkenal di Inggris.

Setelah memasuki masa pelestarian, lokomotif ini melakukan perjalanan ke berbagai negara. Flying Scotsman pernah melakukan tur ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Tur tersebut membuat lokomotif ini semakin terkenal di luar Inggris dan memperkenalkan sejarah perkeretaapian Inggris kepada masyarakat internasional. National Railway Museum bahkan mencatat Flying Scotsman sebagai lokomotif pertama yang mengelilingi dunia. 

Sempat Mengalami Masa Sulit

Flying Scotsman berhenti dari layanan reguler pada 1963. Setelah itu, lokomotif ini mengalami berbagai perubahan kepemilikan dan menjalani perjalanan panjang sebagai lokomotif yang dipertahankan oleh para penggemar kereta api.

Dalam sejarah pelestariannya, Flying Scotsman juga mengalami beberapa restorasi dan perjalanan ke luar negeri.

Pada 2004, National Railway Museum memimpin kampanye untuk menyelamatkan lokomotif tersebut agar tetap berada di Inggris. Kampanye itu mendapat dukungan masyarakat dan berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan. Flying Scotsman kemudian menjadi bagian dari koleksi nasional.

Rekor Perjalanan Nonstop

Pencapaian Flying Scotsman tidak berhenti pada rekor kecepatan.

Pada 1989, lokomotif ini mencatat rekor dunia perjalanan nonstop menggunakan lokomotif uap dengan menempuh sekitar 422 mil, atau sekitar 679 kilometer, tanpa berhenti untuk pengisian bahan bakar.

Rekor tersebut semakin memperkuat status Flying Scotsman sebagai salah satu lokomotif uap paling terkenal dalam sejarah. 

Mengapa Warnanya Hijau?

Warna hijau tua yang menjadi ciri khas Flying Scotsman juga berkaitan dengan sejarahnya sebagai bagian dari LNER.

Tampilan lokomotif dengan warna hijau khas, roda besar, serta bentuk Pacific 4-6-2 membuatnya mudah dikenali. Desain tersebut bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga dibuat untuk mendukung perjalanan kereta ekspres dengan kecepatan tinggi.

Kombinasi antara desain, performa, dan sejarah inilah yang membuat Flying Scotsman tidak sekadar menjadi benda museum.

Masih Bisa Beroperasi

Meskipun sudah berusia lebih dari 100 tahun, Flying Scotsman masih dipertahankan sebagai working museum exhibit.

Lokomotif ini sesekali menjalani perjalanan khusus di jalur utama maupun jalur kereta warisan. National Railway Museum bahkan mengumumkan program perjalanan Flying Scotsman untuk 2026, termasuk perjalanan utama dan kunjungan ke sejumlah heritage railway. 

Namun, keberadaannya tidak selalu dapat disaksikan di museum karena lokomotif dapat berada di lokasi lain untuk perjalanan, perawatan, perbaikan, atau penyimpanan. 

Lebih dari Sekadar Lokomotif Tua

Flying Scotsman menjadi contoh bagaimana sebuah teknologi lama dapat berubah menjadi bagian dari warisan budaya.

Lokomotif ini lahir ketika kereta uap masih menjadi teknologi transportasi utama. Setelah lebih dari satu abad, dunia perkeretaapian telah berubah menjadi era kereta listrik, kereta diesel, hingga kereta cepat.

Namun, Flying Scotsman tetap dipertahankan karena memiliki nilai sejarah yang jauh lebih besar daripada sekadar usia. Ia menjadi simbol kejayaan kereta uap Inggris, perkembangan teknologi pada awal abad ke-20, dan perjalanan panjang budaya perkeretaapian.

Dari Doncaster pada 1923 hingga berbagai jalur kereta di Inggris pada masa kini, Flying Scotsman terus menjadi pengingat bahwa di balik kereta modern yang serba cepat, terdapat sejarah panjang inovasi yang membentuk dunia perkeretaapian seperti sekarang. (luthfiana sekar) 

Editor : Kabun Triyatno
luthfiana sekar flyingscotsman kereta lokomotif perkerisan