Stasiun Surabaya Kota, Saksi Awal Perkembangan Kereta Api di Jawa Timur

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 07:30 WIB
Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun pertama di Surabaya sejak 1878. (Google; Radar Surabaya)
Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun pertama di Surabaya sejak 1878. 

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah kawasan bersejarah Kota Surabaya berdiri Stasiun Surabaya Kota atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Stasiun Semut. 

Stasiun ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan awal perkeretaapian di Jawa Timur. 

Hingga kini, Stasiun Surabaya Kota masih aktif melayani perjalanan kereta api sekaligus menjadi salah satu ikon transportasi di Kota Pahlawan.

Dikutip dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan berbagai catatan sejarah perkeretaapian, Stasiun Surabaya Kota diresmikan pada 16 Mei 1878 oleh perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS). 

Baca Juga: Stasiun Solo Jebres, Bangunan Bersejarah yang Terus Menjaga Denyut Perjalanan Kota Solo

Stasiun ini dibangun untuk mendukung jalur kereta api Surabaya–Pasuruan–Malang yang saat itu berperan penting dalam mengangkut hasil perkebunan dan komoditas dari pedalaman Jawa Timur menuju kawasan pelabuhan Surabaya.

Nama "Stasiun Semut" berasal dari lokasi berdirinya stasiun yang berada di kawasan Kampung Semut, Surabaya. 

Julukan tersebut masih melekat hingga sekarang dan lebih dikenal oleh masyarakat dibandingkan nama resminya, Stasiun Surabaya Kota.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Stasiun Delanggu Jadi Penopang Industri Gula Era Belanda

Meningkatnya aktivitas perjalanan kereta api pada akhir abad ke-19 membuat bangunan stasiun mengalami pengembangan. .

Pada 1899, bangunan lama digantikan dengan bangunan baru yang memiliki desain lebih besar dan lebih modern. 

Arsitektur bergaya kolonial yang masih tampak hingga kini menjadi salah satu daya tarik Stasiun Surabaya Kota serta memperlihatkan perkembangan teknologi perkeretaapian pada masa Hindia Belanda.

Selain melayani angkutan penumpang, Stasiun Surabaya Kota juga memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perdagangan. 

Kedekatannya dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak menjadikan stasiun ini sebagai penghubung distribusi hasil perkebunan, industri, dan berbagai komoditas dari pedalaman Jawa Timur menuju pelabuhan untuk diperdagangkan ke berbagai daerah.

Saat ini, Stasiun Surabaya Kota melayani sejumlah perjalanan kereta api lokal dan komuter di wilayah Jawa Timur. 

Meski fungsi layanan kereta jarak jauhnya telah banyak dialihkan ke Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi, keberadaan Stasiun Surabaya Kota tetap menjadi bagian penting dari jaringan perkeretaapian nasional.

Sebagai salah satu stasiun tertua di Jawa Timur, Stasiun Surabaya Kota telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. 

Keberadaannya menjadi pengingat perjalanan panjang perkembangan transportasi kereta api di Indonesia sekaligus menjadi warisan sejarah yang masih dimanfaatkan hingga sekarang.

Editor : Kabun Triyatno
Stasiun Surabaya stasiun semut sejarah