Asal-usul Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan: Kampung yang memiliki kesejahteraan

Siti Putri Lestari • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:07 WIB
penanda Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan. (Siti Putri/Radar solo)
penanda Kampung Jantirejo, Sondakan, Laweyan. (Siti Putri/SOLOBALAPAN.COM)

SOLOBALAPAN.COM – Di wilayah Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, terdapat sebuah kampung yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah kawasan barat Kota Solo, yakni Kampung Jantirejo.

Kampung ini merupakan salah satu dari lima kampung yang berada di Kelurahan Sondakan bersama Kampung Sondakan, Premulung, Mutihan, dan Tegalrejo. Meski kini berkembang sebagai kawasan permukiman perkotaan, Jantirejo masih menyimpan jejak sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita masyarakat setempat.

Secara administratif, Kampung Jantirejo berada di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan perkembangan permukiman dan aktivitas ekonomi yang cukup pesat di Kota Surakarta. Kawasan ini memiliki akses yang mudah menuju pusat kota maupun kawasan Batik Laweyan, sehingga sejak lama menjadi bagian dari perkembangan wilayah barat Kota Solo.

Lingkungan Kampung Jantirejo didominasi permukiman warga dengan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta berbagai sarana umum yang menunjang aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Inggris Akhiri Piala Dunia 2026 di Posisi Ketiga, Era Thomas Tuchel Catat Prestasi Terbaik The Three Lions dalam 60 Tahun

Secara geografis, Kampung Jantirejo berada di dataran yang relatif landai dengan karakter kawasan perkotaan yang padat penduduk. Wilayahnya terhubung oleh jaringan jalan lingkungan yang menghubungkan permukiman dengan jalan-jalan utama di Kecamatan Laweyan. Kedekatannya dengan kawasan Sondakan dan pusat aktivitas ekonomi menjadikan kampung ini terus berkembang mengikuti dinamika pertumbuhan Kota Surakarta.

Di balik perkembangan tersebut, asal-usul nama Jantirejo masih menjadi bagian dari sejarah lisan yang menarik untuk ditelusuri. Hingga kini belum banyak ditemukan sumber tertulis yang secara khusus menjelaskan awal mula penamaan kampung tersebut.

Berbagai cerita mengenai sejarah kampung lebih banyak diwariskan oleh para sesepuh dan tokoh masyarakat, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya yang tetap dijaga oleh warga.

Selain dikenal sebagai kawasan permukiman, Kampung Jantirejo juga tumbuh sebagai lingkungan yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kehidupan sosial masyarakat.

Berbagai kegiatan kemasyarakatan, pelestarian tradisi, hingga partisipasi warga dalam pembangunan lingkungan menjadi gambaran kehidupan kampung yang masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan. Kondisi tersebut menjadikan Kampung Jantirejo tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya ikatan sosial masyarakat di wilayah Kelurahan Sondakan.

Baca Juga: Hancur karena Lengah! Bebi Romeo Belum Bisa Maafkan Diri Sendiri Usai Anak Nyaris Tewas Terseret Ombak di Bali

“permukiman masyarakat tokoh yang dari banyak asalnya, lalu bermukim di desa itu. Kemudian disitu dinamakan jantirejo.”

Menurut penuturan tokoh masyarakat, nama Kampung Jantirejo memiliki makna yang mencerminkan harapan akan kehidupan masyarakat yang tenteram dan makmur. Nama tersebut berasal dari dua kata, yakni "Janti" dan "Rejo". Kata "Janti" merujuk pada sebuah permukiman atau kawasan tempat masyarakat menetap, sedangkan "Rejo" dalam bahasa Jawa berarti ramai, makmur, atau sejahtera.

Dari perpaduan kedua kata tersebut, Jantirejo dimaknai sebagai sebuah permukiman yang diharapkan tumbuh menjadi kampung yang makmur, aman, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Filosofi tersebut hingga kini masih diyakini oleh warga sebagai bagian dari identitas kampung yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Oknum Polisi Polres Wonogiri Bripka E Terancam Dipecat

Meski belum ditemukan dokumen sejarah yang secara pasti menjelaskan awal mula penamaan Kampung Jantirejo, cerita mengenai makna nama tersebut terus hidup melalui tradisi lisan masyarakat.

Bagi warga, nama Jantirejo bukan sekadar identitas wilayah administratif, tetapi juga mengandung doa dan harapan agar kampung ini senantiasa berkembang, rukun, serta membawa keberkahan bagi setiap generasi yang tinggal di dalamnya.

"Kampung Jantirejo berasal dari kata 'Janti' yang berarti permukiman, sedangkan 'Rejo' berarti kesejahteraan. Jadi, Jantirejo dimaknai sebagai kampung yang sejahtera," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Makna filosofis tersebut sejalan dengan kondisi Kampung Jantirejo saat ini yang berkembang sebagai kawasan permukiman di Kelurahan Sondakan. Di tengah pesatnya perkembangan Kota Surakarta, masyarakat Kampung Jantirejo masih mempertahankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian antartetangga. Nilai-nilai tersebut menjadi wujud nyata dari harapan yang terkandung dalam nama Jantirejo, yakni terciptanya kehidupan yang harmonis dan sejahtera bagi seluruh warganya. (Siti Putri Lestari/an)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
sondakan Asal-usul laweyan sejarah surakarta