SOLOBALAPAN.COM – Transportasi yang paling diminati oleh berbagai kaum salah satunya adalah kereta api.
Transportasi jalur darat ini menyajikan perjalanan yang nyaman, cepat, juga tepat waktu.
Terlepas dari bagaimana pihak Kereta Api Indonesia (KAI) melayani penumpangnya, tak jarang pula kisah-kisah mistis terdengar di penjuru bagian kereta.
Mulai dari stasiun itu sendiri sampai kepada rel kereta pasti memiliki cerita sebagai ciri khasnya.
Berikut adalah beberapa kisah mistis yang menyelimuti tiap bagian dari kereta api.
1. Stasiun
Stasiun bisa menjadi sarang dari kisah mistis dikarenakan beberapa bagian-bagian yang masih banyak masyarakat awam percayai memiliki energi negatif, misalnya pada toilet, ataupun berada di sudut-sudut tertentu.
Salah satu stasiun yang memiliki kisah mistis berada di Brebes, lebih tepatnya di Stasiun Ketanggungan Barat.
Stasiun ini tercatat resmi dibuka pada tanggal 1 Juli 1946 dan ditutup permanen karena pengoperasian jalur ganda pada jalur Ciledug-Larangan.
Banyak warga sekitar yang terkadang melihat penampakan wanita berbaju putih maupun suara-suara lirihan minta tolong.
Mengutip dari Disway Pekalongan, saksi dari kecelakaan kereta di Stasiun Ketanggungan Barat pada 25 Desember 2001 yang bernama Isnan, sempat melihat beberapa warga yang memanfaatkan momen kecelakaan tersebut untuk menjarah barang-barang dari korban kecelakaan.
Malam harinya, warga-warga yang sempat menjarah tersebut didatangi dalam mimpi oleh mereka yang tidak terlihat, meminta barang mereka kembali.
2. Kereta Api
Selain dari stasiun, kereta api pun bisa menjadi bagian yang memiliki kisah mistis.
Cerita yang melejit bahkan hingga dijadikan film berasal dari kereta api di Manggarai.
Mengutip dari inilah.com, seorang satpam bernama Slamet yang tengah berjaga tiba-tiba didatangi seorang pemuda yang mengaku baru saja keluar dari kereta dan tengah kebingungan mencari transportasi untuk pulang.
Mendengar hal itu, Slamet tentu terkejut. Pasalnya jadwal kereta terakhir berada pada pukul 22:00 sedangkan saat pemuda itu bertanya pada Slamet, waktu menunjukan 22:30.
Tak sampai di situ, pemuda itu juga bersaksi melihat wajah pucat dari penumpang dan masinis kereta itu.
Merasa ngawur, Slamet segera membawa pemuda itu menjumpai petugas stasiun lainnya. Petugas yang mendengar penuturan Slamet dan pemuda itu merasa tidak percaya atas apa yang terjadi oleh sang pemuda.
Merasa terpojok, pemuda itu memperlihatkan koran yang sempat ia pinjam dari salah satu penumpang kereta itu namun lupa ia kembalikan.
Alamgkah terkejutnya petugas serta Slamet ketika melihat tahun terbit dari koran itu yang menunjukan tahun 1953.
Desas-desus ini membuat Muhyar sebagai wakil kepala stasiun angkat bicara.
Dalam pernyataannya, ia tidak membantah adanya desas-desus tersebut, pun ia mendukung
dengan pernyataan bahwa memang ada kereta yang beroperasi di hari itu.
Selain Muhyar, adapun Kepala Humas PT KA Daop, Zainal Abidin, yang pada saat itu
menjabat juga angkat bicara melalui Sindonews.
“Secara teknis, jadwal operasional kereta Jabodetabek itu sekitar pukul 05.00 WIB. Yang bikin saya tambah heran, kereta tersebut meluncur tanpa ada pasokan aliran listrik. Rasanya kalau ada orang yang sengaja iseng menjalankan kereta nggak mungkin. Sebab, rangkaian kereta yang sudah masuk kandang itu pasti dikunci dan nggak mungkin ada orang yang bisa menjalankan,” ungkapnya.
3. Rel Kereta Api
Tak afdol untuk membawakan kisah mistis di bagian kereta api tanpa menyebut rel kereta api.
Rel kereta api sering kali menjadi variabel utama dalam kisah-kisah mistis di kereta baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam mitologi Jepang, terdapat salah satu makhluk yang paling terkenal sebagai penghuni rel kereta api yakni Teke-Teke.
Kisah ini memiliki latar belakang seorang gadis yang meninggal karena tertabrak oleh kereta hingga tubuhnya terbelah dua.
Teke-Teke sering mengejar seseorang yang berjalan sendirian kala malam hari di dekat rel kereta.
Sembari membawa celurit, ia mengejar calon korbannya dengan menyeret tubuhnya.
Konon ketika mengejar, Teke-Teke menginginkan orang-orang merasakan penderitaan yang sama dengannya.
Ciri khas dari hantu ini adalah cara ia mengejar korbannya tanpa menggunakan kaki hingga setengah badan yang bergerak cepat itu berbunyi “teke-teke” oleh sebab itu banyak warga Jepang yang memberi nama hantu itu dengan Teke-Teke.
Jika Jepang memiliki Teke-Teke sebagai hantu rel kereta api, Indonesia memiliki Setan Budeg sebagai penghuni rel kereta.
Setan Budeg biasanya menutup telinga—bahkan terkadang juga mata dan mesin kendaraan—untuk orang yang berniat menerobos pintu palang kereta api.
Setelahnya Setan Budeg akan setia menemani di tengah rel kereta api hingga korban pun tewas akibat tertabrak kereta.
Wujud dari sosok ini mengikuti kepercayaan dari warga sekitar.
Ada wilayah yang percaya bahwa Setan Budeg memiliki wujud perempuan, adapun wilayah yang
percaya wujudnya berupa bayangan aneh.
Kalau sobat Solo Balapan lebih merinding yang mana? Hiiihhh seramm. (mg1/lz)
Editor : Laila Zakiya