SOLOBALAPAN.COM - Berbicara tentang ikon budaya Kota Solo, tak lengkap rasanya tanpa menyebut Gedung Wayang Orang Sriwedari.
Berdiri kokoh di jantung kota, bangunan bersejarah ini bukan hanya sebuah panggung, melainkan saksi bisu dari perjalanan panjang salah satu kesenian tradisional paling adiluhung di Jawa.
Selama lebih dari satu abad, Wayang Orang Sriwedari telah melalui berbagai zaman, dari masa keemasan hingga perjuangan bertahan di era modern.
Kini, ia tetap menjadi magnet wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Bengawan.
Sejarah: Dari Panggung Istana Menjadi Tontonan Rakyat
Kelahiran Wayang Orang Sriwedari tak lepas dari Pura Mangkunegaran.
Kesenian ini awalnya merupakan pertunjukan eksklusif di dalam tembok istana.
Namun, krisis ekonomi di masa Mangkunegaran V membuat banyak seniman istana dirumahkan.
Tak patah arang, para seniman ini membentuk sebuah kelompok mandiri.
Titik baliknya datang saat seorang pengusaha Tionghoa bernama Gan Kam menyewakan sebuah gedung sederhana di kompleks Taman Sriwedari (dulu bernama Kebon Rojo) untuk mereka.
Di sinilah, pada tahun 1922, wayang orang untuk pertama kalinya dipentaskan secara komersial untuk masyarakat umum.
Popularitasnya meledak pada tahun 1926 setelah disiarkan oleh Solosche Radio Vereeniging, stasiun radio pertama di Indonesia.
Tingginya animo masyarakat mendorong Raja Pakubuwono X untuk membangun gedung permanen yang lebih megah, yang kemudian direnovasi kembali pada tahun 1951 hingga mampu menampung lebih dari 1.000 penonton.
Menikmati Pertunjukan Wayang Orang di Era Modern
Meskipun digempur hiburan modern, Wayang Orang Sriwedari tetap eksis dan menggelar pertunjukan rutin setiap malam (kecuali hari Minggu).
Penonton akan disuguhi kisah-kisah epik dari epos Ramayana dan Mahabharata yang dikemas secara modern.
Perpaduan antara seni tari yang anggun, dialog bahasa Jawa yang puitis, iringan musik gamelan yang magis, serta selipan humor segar dari para Punakawan, membuat pertunjukan ini tetap relevan dan menghibur bagi penonton dari segala usia.
Fasilitas gedung pun sudah sangat nyaman, dengan kursi empuk dan layar LCD di sisi panggung yang menyediakan terjemahan dialog dalam Bahasa Indonesia.
Informasi Praktis untuk Pengunjung
-
Lokasi: Kompleks Taman Sriwedari, Jl. Kebangkitan Nasional No. 15, Surakarta.
-
Jadwal Pertunjukan: Setiap hari Senin – Sabtu, pukul 20.00 WIB.
-
Harga Tiket:
-
Wisatawan Domestik: Rp20.000
-
Wisatawan Mancanegara: Rp50.000
-
-
Info Lakon: Jadwal dan judul lakon yang dipentaskan setiap malamnya dapat dilihat di akun Instagram resmi @wayang_orang_sriwedari.
Mengunjungi Gedung Wayang Orang Sriwedari bukan hanya sekadar menonton pertunjukan, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan warisan budaya tak ternilai milik bangsa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo