Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenal Sejarah Gedung Wayang Orang Sriwedari, Ikon Budaya Solo yang Bertahan Lebih dari Satu Abad

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 26 September 2025 | 06:41 WIB
Gedung Wayang Orang Sriwedari yang menjadi pusat pertunjukan seni sekaligus ikon budaya Kota Solo.
Gedung Wayang Orang Sriwedari yang menjadi pusat pertunjukan seni sekaligus ikon budaya Kota Solo.

SOLOBALAPAN.COM - Berbicara tentang ikon budaya Kota Solo, tak lengkap rasanya tanpa menyebut Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Berdiri kokoh di jantung kota, bangunan bersejarah ini bukan hanya sebuah panggung, melainkan saksi bisu dari perjalanan panjang salah satu kesenian tradisional paling adiluhung di Jawa.

Selama lebih dari satu abad, Wayang Orang Sriwedari telah melalui berbagai zaman, dari masa keemasan hingga perjuangan bertahan di era modern.

Kini, ia tetap menjadi magnet wisata budaya yang wajib dikunjungi saat berada di Kota Bengawan.

Sejarah: Dari Panggung Istana Menjadi Tontonan Rakyat

Kelahiran Wayang Orang Sriwedari tak lepas dari Pura Mangkunegaran.

Kesenian ini awalnya merupakan pertunjukan eksklusif di dalam tembok istana.

Namun, krisis ekonomi di masa Mangkunegaran V membuat banyak seniman istana dirumahkan.

Tak patah arang, para seniman ini membentuk sebuah kelompok mandiri.

Titik baliknya datang saat seorang pengusaha Tionghoa bernama Gan Kam menyewakan sebuah gedung sederhana di kompleks Taman Sriwedari (dulu bernama Kebon Rojo) untuk mereka.

Di sinilah, pada tahun 1922, wayang orang untuk pertama kalinya dipentaskan secara komersial untuk masyarakat umum.

Popularitasnya meledak pada tahun 1926 setelah disiarkan oleh Solosche Radio Vereeniging, stasiun radio pertama di Indonesia.

Tingginya animo masyarakat mendorong Raja Pakubuwono X untuk membangun gedung permanen yang lebih megah, yang kemudian direnovasi kembali pada tahun 1951 hingga mampu menampung lebih dari 1.000 penonton.

Menikmati Pertunjukan Wayang Orang di Era Modern

Meskipun digempur hiburan modern, Wayang Orang Sriwedari tetap eksis dan menggelar pertunjukan rutin setiap malam (kecuali hari Minggu).

Penonton akan disuguhi kisah-kisah epik dari epos Ramayana dan Mahabharata yang dikemas secara modern.

Perpaduan antara seni tari yang anggun, dialog bahasa Jawa yang puitis, iringan musik gamelan yang magis, serta selipan humor segar dari para Punakawan, membuat pertunjukan ini tetap relevan dan menghibur bagi penonton dari segala usia.

Fasilitas gedung pun sudah sangat nyaman, dengan kursi empuk dan layar LCD di sisi panggung yang menyediakan terjemahan dialog dalam Bahasa Indonesia.

Informasi Praktis untuk Pengunjung

Mengunjungi Gedung Wayang Orang Sriwedari bukan hanya sekadar menonton pertunjukan, tetapi juga ikut serta dalam melestarikan warisan budaya tak ternilai milik bangsa. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#budaya solo #sejarah #wayang orang sriwedari