SOLOBALAPAN.COM - Tanggal 22 Maret selalu mengingatkan kita pada kepergian salah satu sosok penting dalam dunia hiburan Indonesia, Nanu Mulyono, yang merupakan mantan anggota dari grup lawak legendaris, Warkop DKI.
Kepergiannya pada tahun 1983 meninggalkan kenangan mendalam bagi para penggemar dan dunia hiburan tanah air.
Profil Nanu Mulyono
Nanu Mulyono, yang juga dikenal dengan nama Nanu Moeljono, lahir pada 16 November 1952 di Jakarta.
Ia adalah anak keenam dari tujuh bersaudara yang memiliki latar belakang keluarga dengan ayah asli Jawa dan ibu Sunda.
Sebelum terjun ke dunia hiburan, Nanu adalah seorang mahasiswa jurusan sosiologi di Universitas Indonesia, di mana ia juga sempat berkuliah bersama Dono, anggota Warkop DKI yang lebih dikenal oleh masyarakat.
Menariknya, Nanu merupakan bagian dari Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), bersama Dono dan Kasino.
Tiga sahabat ini akhirnya membentuk grup lawak yang kemudian menjadi terkenal di Indonesia, yakni Warkop DKI.
Karir Warkop DKI dan Keberhasilannya
Nanu mulai bergabung dengan grup Warkop pada tahun 1973, dan pertama kali dikenal luas melalui penampilan mereka di radio Prambors.
Kesuksesan besar mereka datang setelah film "Mana Tahaaan..." dirilis pada tahun 1979.
Film yang disutradarai oleh Nawi Ismail ini, bukan hanya menjadi film pertama mereka, tetapi juga membawa Warkop DKI ke puncak popularitas dengan cerita yang ditulis sendiri oleh mereka.
Karena kesuksesan besar dari film pertama tersebut, Nanu pun mendapat tawaran untuk bermain sebagai pemeran utama dalam film "Rojali dan Zuleha," yang ia bintangi bersama Lydia Kandou, Elvie Sukaesih, dan Titiek Puspa.
Namun, keterlibatannya dalam film tersebut sempat menimbulkan polemik, karena hal ini tidak dibicarakan terlebih dahulu dengan anggota Warkop lainnya.
Setelah kesuksesan itu, Nanu mulai mengurangi keterlibatannya dalam grup, dan pada Agustus 1980, ia memutuskan untuk mundur dari Warkop DKI.
Meski demikian, warisan Warkop DKI tetap hidup dalam kenangan banyak orang, dan grup ini terus berkarya hingga saat ini.
Kondisi Kesehatan dan Kepergiannya
Setelah mundur dari dunia hiburan, Nanu lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya di Jakarta Selatan.
Ia diketahui mengidap penyakit nephrotic syndrome, yang menyebabkan kondisi tubuhnya semakin menurun.
Penyakit ini memengaruhi fungsi ginjalnya, yang membuatnya semakin kurus dan lemah. Nanu jarang keluar rumah kecuali untuk ke dokter atau pemeriksaan kesehatan.
Pada tanggal 22 Maret 1983, Nanu Mulyono meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada usia yang sangat muda, yaitu 31 tahun.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di kalangan keluarga, sahabat, dan penggemarnya.
Jenazahnya dimakamkan pada 23 Maret 1983 di pemakaman umum Tanah Kusir, Jakarta.
Warisan dan Kenangan Warkop DKI
Nanu Mulyono merupakan anggota Warkop DKI yang pertama kali meninggal dunia.
Setelah itu, Kasino, salah satu anggota Warkop lainnya, menyusul pada 19 Desember 1997, dan Dono pada 30 Desember 2001.
Meskipun sebagian besar personel Warkop DKI telah meninggal, kenangan dan warisan mereka tetap hidup di hati para penggemar.
Rudy Badil, pendiri Warkop lainnya, juga meninggal dunia pada 11 Juli 2019. Saat ini, Indro Warkop adalah satu-satunya anggota yang masih hidup.
Warisan humor dan keceriaan yang diberikan oleh Warkop DKI, termasuk peran besar Nanu Mulyono, tetap dikenang sepanjang masa.
Mereka tidak hanya menghibur masyarakat dengan lawakan cerdas, tetapi juga menjadi simbol penting dalam sejarah komedi Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo