Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sejarah Hari Ini, 19 Maret: 30 Tahun Kepergian Nike Ardilla Sosok Mega Bintang yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 19 Maret 2025 | 05:02 WIB
30 Tahun Kepergian Nike Ardilla.
30 Tahun Kepergian Nike Ardilla.

SOLOBALAPAN.COM - Pada tanggal 19 Maret 1995, 30 tahun yang lalu, dunia musik Indonesia kehilangan salah satu bintang terbaiknya, Nike Ardilla, yang meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tragis.

Saat itu, Nike yang baru berusia 19 tahun mengalami kecelakaan di Jalan Raden Eddy (RE) Martadinata, Bandung, Jawa Barat.

Menurut laporan Harian Kompas yang diterbitkan pada 20 Maret 1995, mobil yang dikendarai oleh Nike menabrak tembok setinggi satu meter, yang mengakibatkan pendarahan di bagian kepalanya.

Mobil tersebut, yang mengalami kerusakan pada pintu pengemudi, kemudian dievakuasi ke Mapolresta Bandung Tengah.

Nike Ardilla dimakamkan di Desa Imbanegara, Kabupaten Ciamis, sekitar 180 kilometer di sebelah timur Bandung.

Perjalanan Karier Nike Ardilla
Nike Ardilla mengawali perjalanan kariernya di dunia hiburan sejak usia dini. Lahir pada 27 Desember 1975, Nike menunjukkan bakat menyanyinya sejak kecil.

Latar belakang seni yang dimilikinya berasal dari sang kakek yang merupakan seorang penyanyi keroncong.

Di usia muda, Nike sudah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, dan telah memenangkan beberapa kompetisi musik.

Pada 1987, Nike memulai debutnya di dunia musik dengan merilis album kompilasi bertajuk Bandung Rock Power.

Kariernya langsung melesat, dan ia berhasil meluncurkan 11 album studio dan 8 album kompilasi selama kariernya.

Beberapa single dari album-album tersebut menjadi hits, dengan "Sandiwara Cinta" sebagai salah satu lagu paling ikonik yang sering diputar di televisi.

Pada 1989, album Seberkas Sinar terjual lebih dari 200.000 kaset, diikuti dengan Bintang Kehidupan yang mencapai penjualan 400.000 kaset pada tahun berikutnya.

Nike tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai bintang sinetron.

Ia memulai karier aktingnya dengan bermain di film Gadis Foto Model pada 1989, dan kemudian membintangi beberapa judul film lainnya, termasuk Lupus IV, Olga dan Sepatu Roda, dan Kabayan.

Di film Kabayan, Nike bahkan berperan sebagai Iteung, yang sebelumnya lebih dikenal oleh penonton sebagai karakter yang identik dengan Paramitha Rusady.

Kronologi Kecelakaan Nike Ardilla
Sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya, Nike Ardilla sempat meninggalkan rumah untuk syuting sinetron di Bogor.

Keluarga mengungkapkan bahwa Nike kembali ke rumahnya di Jalan Parakan Saat I No 37 Bandung pada malam 18 Maret 1995 sekitar pukul 22.00 WIB.

Setelah itu, ia keluar bersama temannya, Sopiatun Wahyuni.

Keduanya pergi ke diskotik Pollo Bandung, yang mereka tinggalkan sekitar pukul 04.00 WIB pada 19 Maret 1995.

Sebelum kembali ke rumah, mereka berhenti makan di Rumah Makan Kintamani, Jalan Lombok Bandung.

Menurut ayah Sopiatun, kecelakaan terjadi setelah mereka selesai makan.

Pada pukul 06.15 WIB, mobil yang dikemudikan Nike melaju dari arah barat ke timur di Jalan RE Martadinata, lalu tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak bak sampah serta tembok pagar.

Benturan keras terdengar, dan ketika polisi serta warga memberikan pertolongan, Nike Ardilla ditemukan sudah meninggal dunia di tempat kejadian.

Jenazahnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk proses visum.

Lagu-lagu Nike Ardilla Menghiasi Ibu Kota
Kehilangan Nike Ardilla menyisakan duka mendalam bagi banyak orang, terutama penggemarnya.

Selama dua hari setelah kematiannya, lagu-lagu Nike yang mengusung genre slow rock memenuhi udara ibu kota, dari pedagang kaki lima di Tanah Abang hingga toko-toko di Jakarta.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh Nike, termasuk lagu persembahan yang diciptakan oleh Deddy Dores berjudul "Sebuah Lagu Buat Nike", segera laris manis di pasaran.

Bahkan, album-album Nike yang sebelumnya sulit ditemukan, menjadi langka dan cepat habis terjual dalam waktu singkat.

 

Peninggalan yang Abadi
Walaupun hanya berkarier singkat, Nike Ardilla meninggalkan jejak yang mendalam di industri musik Indonesia.

Karya-karyanya terus dikenang hingga kini, dan banyak penggemarnya yang merasa kehilangan sosoknya yang muda dan berbakat.

Nike tidak hanya sukses di bidang musik dan akting, tetapi juga mampu menciptakan lagu-lagu yang tetap dikenang hingga generasi berikutnya.

Hari ini, 30 tahun setelah kepergiannya, nama Nike Ardilla tetap hidup dalam ingatan banyak orang, baik melalui musiknya maupun melalui kisah-kisah yang menginspirasi dari perjalanan hidupnya yang tragis namun penuh prestasi.

Pengaruh Nike dalam industri hiburan Indonesia masih terasa, dan semangat serta dedikasinya untuk dunia seni menjadi kenangan yang tidak akan pernah pudar. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#meninggal dunia #nike ardilla #mega bintang #sejarah hari ini #30 tahun