SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo di Jawa Tengah memiliki sejarah yang panjang dan penting dalam catatan sejarah Indonesia.
Dikenal sebagai desa terpencil yang tenang, sejarah kuno Solo dimulai dengan penemuan manusia purba Homo erectus di Sangiran, Kabupaten Sragen.
Konon, cikal bakal Kota Solo adalah Desa Sala yang terletak di tepi Sungai Solo.
Solo awalnya merupakan desa kecil yang berjarak sekitar 10 km dari Kartasura, pusat Kerajaan Mataram hingga 1744.
Setelah Kartasura diduduki oleh Belanda pada 1745, Raja Pakubuwono II memindahkan kerajaannya ke wilayah Surakarta di tepi Sungai Solo, membongkar dan mengangkut istana dari Kartasura dalam suatu prosesi.
Pada tahun 1757, Mangkunegoro mendirikan kerajaan saingan di pusat Solo, yang menyebabkan berdirinya dua keraton megah di Kota Solo hingga saat ini.
Saat ini, Kota Solo telah berubah dari desa terpencil menjadi salah satu kota budaya yang terkenal di Jawa Tengah.
Solo kini juga menjadi pusat perdagangan yang ramai, dengan banyak perantau dari berbagai daerah yang mengunjungi kota ini.
Berikut ini foto langka Kota Solo Tempo Dulu:
1. Pabrik gula Colomadu di desa Malangjiwan milik Pangeran Mangkunegara IV, Sala, tahun 1867.
2. Arak-arakan makanan di daerah Wedi, Sala, Jawa Tengah, tahun 1903.
3. Potret angkringan di zaman dulu, sekitar tahun 1900-an.
4. Kereta siap berangkat dari Stasiun Purwosari, Solo, membawa penumpang menuju arena Grebeg Mulud, tahun 1912-1925.
5. Pertunjukan wayang orang di Pura Mangkunegaran Sala, tahun 1910-1925.
6. Potret prajurit Kraton Susuhunan Sala, tahun 1910-1930.
7. Pertunjukan wayang kulit di Pura Mangkunegaran, Sala, jawa Tengah, tahun 1921-1926.
8. Perayaan ulang tahun Susuhunan Sala, Paku Buwana X ke 50, pada 21 Januari 1932.
9. Para pembatik Solo di Laweyan Solo, pada tahun 1925.
10. Kereta jenazah untuk membawa jasad almarhum Susuhunan Paku Buwana X ke Yogyakarta disiapkan di Stasiun NIS, Solo Balapan, tahun 1940.
11. Perempatan Panggung Jebres Solo, tahun 1970.
12. KRD Kuda Putih, penghubung Solo-Jogja, pada tahun 1960-an hingga 1980-an.
13. Banjir melanda di Solo, pada tahun 1925.
14. Gapura Masjid Keraton Solo di tahun 1900-an.
15. Atraksi sepeda di stadion Sriwedari Surakarta, pada tahun 1948.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo