Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Diselimuti Hal Mistis! Batu Petilasan Sunan Kalijaga Jadi Saksi Bisu Jejak Sunan di Sukoharjo, Begini Kisahnya

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 4 Mei 2024 | 02:05 WIB
Batu napak tilas Sunan Kalijaga di tanah Sukoharjo
Batu napak tilas Sunan Kalijaga di tanah Sukoharjo

SOLOBALAPAN.COM - Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari sembilan wali mengembangkan dakwah Islam melalui seni dan budaya.

Sunan Kalijaga terkenal sebagai juru dakwah yang mahir mendalang, tetapi dia juga dikenal sebagai pencipta wayang dan lakon carangan yang dimasukkan ke dalam ajaran Islam.

Menurut Atlas Wali Songo (2020) oleh Agus Sunyoto, nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Sahid,ia menambahkan bahwa Sunan Kalijaga atau Raden Sahid ini merupakan keturunan Arab. 

Seperti wali-wali yang lainnya, Sunan Kalijaga berdakwah melalui media budaya yaitu wayang. Pertunjukan wayang banyak digemari pada waktu itu 

Dengan Kemampuannya yang menakjubkan sebagai dalang, Ia termahsyur di tanah Jawa. Tak hanya dikenal sebagai dalang, Sunan Kalijaga juga disebut-sebut gemar melakukan pertapaan

Selain di Petilasan Wali Songo yang lokasinya di tepi jembatan perbatasan Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Sunan Kalijaga dipercaya juga sempat melakukan pertapaan di desa Tambakboyo kecamatan Tawangsari, kabupaten Sukoharjo,Jawa Tengah

Bahkan, terdapat peninggalan batu yang konon dipercaya pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa. 

Dilansir dari Instagram @kanjengnuky, Jejak tempat bertapa Sunan Kalijaga ini awalnya berada di pinggir sungai, tetapi kemudian oleh warga berupaya memindah batu tersebut ke tempat yg lebih baik

Tetapi batu itu tidak bergeming. Batu tersebut mau dipindahkan dengan memberi syarat yaitu harus diangkat pada hari Jumat Kliwon, diiringi dgn tayub dan ada ledek yg harus sesuai dengan wisik yg diterima sesepuh desa Tambakboyo

Setelah syarat dilaksanakan, Batu itu kemudian bisa dipindah dan dijadikan punden warga desa secara turun temurun

Menurut penelitian arkeologi, batu kubus yang diselamatkan penduduk tersebut bukanlah batu biasa. Batu itu disebut Yoni, sementara studi lain menyebutnya Pitha.

Yoni dan Lingga selalu memiliki tempat khusus dalam masyarakat Jawa Kuno.sebuah cara untuk meminta kebaikan dan kesuburan bagi bumi, yang menjadi oase bagi kehidupan masyarakat agraris pada saat itu.

Terlepas dari perspektif arkeologi, batu yang dikatakan memiliki khodam bernama Kyai Lurah Guna Wijaya ini menambah pengetahuan lokal tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam dan entitas lain yang tidak dapat kita lihat secara langsung.

Ia menambahkan, "Sudah jelas bahwa Sunan Kalijaga tidak sengaja memilih tempat ini dan batu itu untuk bertapa. Dia ingin menyampaikan pesan dalam kisahnya sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa." (di)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#sukoharjo #petilasan #sunan kalijaga #wayang