SOLOBALAPAN.COM - Solo memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari wisata budaya, wisata belanja hingga wisata kuliner.
Salah satu kuliner legendaris khas Kota Bengawan yang sering dijadikan oleh-oleh adalah Serabi Solo.
Serabi Solo merupakan makanan khas yang memiliki bentuk bulat seperti piring dengan sedikit kerak di sekelilingnya.
Makanan ini mempunyai tekstur yang kenyal namum tetap lembut dan memiliki rasa yang sangat legit.
Serabi solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan kelapa dan gula sehingga memiliki rasa yang manis dan gurih, cara penyajiannya dihidangkan tanpa kuah manis.
Pembuatan Serabi Solo menggunakan cara yang masih tradisional yaitu dengan mencampur adonan serabi yang terdiri dari tepung beras, santan, garam, gula dan daun pandan.
Kemudian adonan tersebut dimasak menggunakan wajan kecil yang dipanaskan dengan tungku arang selama kurang lebih tiga menit.
Setelah matang serabi digulung dengan daun pisang agar mudah Ketika dimakan dan juga disajikan.
Camilan yang jadi favorit wisatawan ini memiliki perjalanan yang cukup panjang hingga membuatnya begitu terkenal sampai sekarang.
Dilansir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta. Serabi Solo sendiri memiliki perjalanan yang cukup jauh sampai terkenal hingga saat ini.
Makanan yang berasal dari Indonesia ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram.
Makanan ini beberapa kali disebut dalam Serat Centhini yang ditulis oleh para pujangga Keraton Surakarta pada tahun 1814 hingga tahun 1823 atas perintah Pakubuwana V.
Di Kota Solo sendiri penjual kue Serabi Solo yang paling terkenal adalah Serabi Notosuman.
Serabi ini bisa dibilang unik, karena konon nama "notosuman" diambil dari salah satu nama jalan yaitu jalan notosuman yang saat ini telah berganti menjadi Jalan Moh. Yamin.
Di Solo sendiri terdapat dua cabang yang menjual serabi notosuman, diantaranya Serabi Notosuman Ny. Lidia dan Serabi Notosuman Ny. Handayani. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia