Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Warga Solo Harus Tau, Inilah Asal Usul Tradisi Bagi-Bagi THR dan Uang Baru saat Lebaran

Reinaldo Suryo Negoro • Jumat, 5 April 2024 | 18:32 WIB

Ilustrasi pembagian THR yang sering dilakukan pada Lebaran 2024. (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi pembagian THR yang sering dilakukan pada Lebaran 2024. (JAWAPOS.COM)
 

SOLOBALAPAN.COM - Setelah satu bulan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim Solo Raya siapa menyambut hari kemenangan Idul Fitri atau Lebaran.

Hari lebaran juga menjadi hari yang paling ditunggu karena banyak tradisi yang bisa dilakukan.

Di Indonesia sendiri ada banyak tradisi yang dilakukan saat lebaran tiba, mulai dari mudik, makan ketupat, berkunjung ke rumah sanak saudara, dan memakai baju baru di hari raya.

Namun, ada satu tradisi yang paling dinantikan oleh semua orang yaitu pembagian THR (Tunjangan Hari Raya).

Sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia saat menerima tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri kemudian menukarkan dengan uang baru sebelum membagikannya kepada sanak saudara.

Munculnya fenomena bagi-bagi uang baru dari THR ini dikarenakan budaya atau tradisi masyarakat sejak zaman dahulu.

Bahkan tradisi pemberian uang konon berasal dari budaya Timur Tengah yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia.

Hal itu juga menjadi pengaruh dari maraknya penukaran uang yang setiap menjelang lebaran selalu menjamur.

Dilansir dari Radar Surabaya (4/4), Antropolog universitas Airlangga (UNAIR), Djoko Adi Prasetyo mencoba menjelaskan mengenai sejarah dari ini.

Walaupun dalam sejarah belum tertulis dengan jelas, tetapi tradisi THR kemungkinan berasal dari pengejawantahan bentuk sedekah sesuai ajaran Islam.

Beberapa catatan sejarah Kerajaan Mataram Islam, pada abad ke-16 hingga ke-18, para raja dan bangsawan biasanya memberikan uang baru sebagai hadiah kepada anak-anak para pengikutnya saat Idul Fitri.

Hadiah uang baru itu diberikan sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan dalam catatan sejarah, terungkap pertama kali budaya THR tercetus pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.

Hingga saat ini masyarakat masih mempertahankan tradisi pemberian uang baru sebagai wujud kasih sayang dan rasa persaudaraan antara keluarga dan kerabat.

Tak hanya tradisi atau kebiasaan, namun fenomena pergeseran kebiasaan berbagi THR karena teknologi uang elektronik.

Menurutnya, meski THR saat ini bisa berwujud uang elektronik, hal ini tidak mengurangi makna tentang kesucian dan kebersihan, ucapan terima kasih, rasa hormat, rasa bangga jika bisa berbagi serta rasa bersyukur. (mg9/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#Asal-usul #tradisi #sejarah #uang baru #lebaran #solo #thr