SOLOBALAPAN.COM - Mengulik sejarah Gapura Kapal ISI Surakarta, yang kini banyak disebut sebagau "kapalan", salah satu tempat nongkrong yang ikonik.
Gapura Kapal memiliki makna tersembunyi dan belum diketahui banyak orang, makna filosofis terkandung dalam arsitektur gapura.
Rahayu Supanggah sebagai penggagas Gapura Kapal, memaknai ISI Surakarta sebagai tempat belajar kesenian.
Maka dari itu bukan hanya mendapat pengalaman dalam akademik saja tetapi sebagai seniman yang memiliki pengalaman di tengah masyarakat.
Proses belajar kesenian untuk mencari ilmu dari pengajar maupun mendapatkan ilmu dari segi mana saja digambarkan dengan arsitektur kapal tersebut.
Proses pembelajaran yang baik adalah pengembaraan dimanapun tempat dan tujuan yang bisa menjadikan sumber ilmu bagi seniman.
Ujung Gapura Kapal terdapat pena dan manggis, makna pena tidak jauh dari sebagai seorang yang belajar dalam dunia seni dan kelak menjadi seniman tidak akan jauh dengan dunia menulis dan membuat karya.
Makna manggis, seperti halnya buah manggis yang tampak hitam dari luar tapi di dalam berwarna putih.
Hal ini mengandung filosofi sebagai seniman walaupun akan dipandang sebelah mata, tetapi dibalik itu menyimpan hal yang luar biasa.
Roda kapal berbentuk bunga yang menggambarkan, bahwa dalam melakukan pengembaraan ilmu bisa mewangikan siapapun.
Kini Gapura Kapal, menjadi salah satu tempat ikonik anak muda baik mahasiswa ISI Surakarta, Mahasiswa UNS dan berbagai kalangan sering menikmati sore hari dengan nongkrong di kapalan.
Berbagai penjual makanan dan minuman yang berada disekitar Gapura Kapal menambah kenikmatan untuk nongkrong di Kapalan.
Tak lupa, di dekat Gapura Kapal terdapat panggung teater arena yang biasa digunakan untuk pentas mahasiswa.
Tentunya Gapura Kapal ISI Surakarta ini menjadi tempat nongkrong yang estetik dan ikonik.(mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia