SOLOBALAPAN.COM - Salah satu orang yang pernah bertakhta sebagai raja di Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X, diketahui banyak meninggalkan bangunan bersejarah di area Solo Raya.
Salah satunya yaitu Masjid Cipto Mulyo yang berada di Ngaliyan RT.09 RW.02, Dukuh Ireng, Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.
Masjid ini diresmikan pada hari Selasa Pon tanggal 14 Jumadil Akhir 1838 Je (Tahun Jawa) atau pada tahun 1905 Masehi.
Seperti yang telah dikatakan oleh ketua takmir Masjid Cipto Mulyo, Achmadi,
"Jadi tanggalnya 14, harinya Selasa Pon, bulannya Jumadil Akhir, nama tahunnya Je tahun Jowo," terang Achmadi.
Masjid yang diberi nama Cipto Mulyo ini memiliki arti menciptakan kemuliaan di dunia maupun di akhirat.
Pada era Pakubuwono X, di sekitar kawasan masjid tersebut adalah tempat pemandian keluarga Kasunanan Surakarta.
Lantas, dibangunlah tempat peristirahatan sekaligus tempat ibadah, yang sekarang menjadi Masjid Cipto Mulyo ini.
Bedug dan kentongannya pun masih ada sejak zaman Pakubuwono X.
Terdapat pula ornamen-ornamen yang tertulis kan Pakubuwono X di masjid ini.
Tulisan aksara Jawa yang terpampang di dalam masjid ini juga dari dulu sudah ada.
Namun, ada satu keunikan tentang arah kiblat yang ada di masjid ini.
Secara umum, arah kiblat di masjid menghadap ke kanan.
Tapi beda halnya dengan arah kiblat di Masjid Cipto Mulyo.
Namun, uniknya jika salat di masjid ini arah kiblatnya menghadap ke kiri.
"Arah kiblat yang digunakan oleh masjid ini miring ke kiri," terang Achmadi.
"Kalo pada umumnya kan miring ke kanan, tapi Masjid Cipto Mulyo ini miring ke kiri. Karena mengikuti arah bangunan dan arah jalan Masjid Cipto Mulyo." jelasnya.
Selain itu, tembok dari masjid ini pun masih asli, hanya saja ditutup oleh marmer inisiatif dari masyarakat sekitar.
"Temboknya masih asli, ditutup marmer dari kita masyarakat sekitar," tambahnya. (mg4/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro