Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengenal Makam Kyai Ageng Henis Laweyan, Dulunya Jadi Tokoh Ulama Asal Kota Solo

Nindia Aprilia • Sabtu, 2 Maret 2024 | 16:56 WIB
Makam Kyai Ageng Henis.
Makam Kyai Ageng Henis.

SOLOBALAPAN.COM - Makam Kyai Ageng Henis terletak di Jalan Liris No 1, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Ibu Hartini (55) selaku juri kunci di Laweyan, beliau menjadi juru kunci sudah lama, secara turun temurun yang diturunkan oleh keluarganya.

Kyai Ageng Henis merupakan putra dari Ki Ageng Sela dengan Nyai Bicak atau yang dikenal dengan Nyai Ageng Sela, beliau merupakan putri dari Sunan Ngerang.

Kemudian Kyai Ageng Henis menikah dengan Nyai Ageng Henis, dan memiliki putra yang bernama Ki Ageng Pamanahan.

Putranya tersebut menikah dengan Nyai Sabinah atau yang lebih dikenal dengan Nyai Ageng Pamanahan.

Kyai Ageng Henis atau yang dikenal dengan Ki Ageng Laweyan dulunya berasal dari Sela yang pindah ke Pengging.

Beliau dikenal dengan sebutan Ki Ageng Laweyan, karena tempat tinggalnya di Laweyan. Beliau merupakan penyebar agama islam dan ahli batik di Laweyan.

"Kyai Ageng Henis yang mengajarkan kepada masyarakat Laweyan mengenai agama Islam, dan beliau juga mengenalkan cara membuat batik kepada masyarakat Laweyan" ujar Hartini (55).

Kyai Ageng Henis merupakan tokoh penting dalam sejarah Kampung Batik Laweyan dan beliau juga merupakan guru spiritual Jaka Tingkir, sebelum Jaka Tingkir menjadi raja yang bergelar Sultan Hadiwijaya.

Saat Sultan Hadiwijaya memimpin Kasultanan Pajang, Ki Ageng Henis mengabdi kepada Sultan Hadiwijaya.

"Saat itu beliau pernah menjadi guru spiritual Jaka Tingkir sebelum Jaka Tingkir menjadi sultan Pajang. Karena sikap Kyai Ageng Henis yang bijaksana membuat Kyai Ageng Henis menjadi sesepuh dan dipercayai oleh Sultan Hadiwijaya. Beliau juga sangat dihormati dan disegani di Kerajaan Pajang," ujar Hartini (55).

Makam Kyai Ageng Henis terletak di Laweyan. Di sisi kiri dan kanan makamnya terdapat makam kedua sodaranya.

Sedangkan di samping pemakaman terdapat sebuah masjid peninggalan yang merupakan masjid tertua di Kota Solo. Masjid tersebut didirikan pada tahun 1546.

"Dulunya masjid ini adalah tempat beribadah agama Hindu yang kemudian diubah menjadi tempat beribadah orang islam" ujar Hartini (55).

Makam Kyai Ageng Henis, berdiri sejak tahun 1745 dan terdapat sekitar 4.000 makam tua.

"Setiap bulan Sura, makam-makam tersebut ramai dikunjungi oleh para pengujung dengan tujuan nyekar. Bahkan, banyak yang datang subuh untuk berdoa dan menikmati ketenangan di lingkungan makam ini" ujar Hartini (55). (Mg7/nda)

Kepala Sekolah : Yuliati
Kepala Sekolah : Yuliati
Editor : Nindia Aprilia
#laweyan #kyai ageng henis #solo #ulama