Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengenal Kyai Ageng Henis, Tokoh Penyebar Islam di Laweyan Solo dan Guru Jaka Tingkir

Reinaldo Suryo Negoro • Sabtu, 2 Maret 2024 | 03:24 WIB
Makam salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Solo, Kyai Ageng Henis (DOK. PRIBADI/ VIA NUR SAFITRI)
Makam salah satu tokoh berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Solo, Kyai Ageng Henis (DOK. PRIBADI/ VIA NUR SAFITRI)

SOLOBALAPAN.COM - Solo memang memiliki banyak tokoh bersejarah dengan Kyai Ageng Henis menjadi salah satunya.

Kyai Ageng Henis merupakan putra dari Ki Ageng Sela dengan Nyai Bicak atau yang dikenal dengan Nyai Ageng Sela, beliau merupakan putri dari Sunan Ngerang.

Kyai Ageng Henis menikah dengan Nyai Ageng Henis, dan memiliki putra yang bernama Ki Ageng Pamanahan.

Putranya tersebut menikah dengan Nyai Sabinah atau yang lebih dikenal dengan Nyai Ageng Pamanahan.

Kyai Ageng Henis atau yang dikenal dengan Ki Ageng Laweyan dulunya berasal dari Sela yang pindah ke Pengging.

Beliau dikenal dengan sebutan Ki Ageng Laweyan, karena tempat tinggalnya di Laweyan.

Beliau merupakan penyebar agama islam dan ahli batik di Laweyan.

Hal ini dijelaskan oleh Hartini yang menjadi juru kunci makam Kyai Ageng Henis karena diturunkan dari keluarganya.  

"Kyai Ageng Henis yang mengajarkan kepada masyarakat Laweyan mengenai agama Islam, dan beliau juga mengenalkan cara membuat batik kepada masyarakat Laweyan" ujar Hartini (55).

Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam, Kyai Ageng Henis juga merupakan guru spiritual Jaka Tingkir, sebelum Jaka Tingkir menjadi raja yang bergelar Sultan Hadiwijaya.

Saat Sultan Hadiwijaya memimpin Kasultanan Pajang, Ki Ageng Henis mengabdi kepada Sultan Hadiwijaya.

"Saat itu beliau pernah menjadi guru spiritual Jaka Tingkir sebelum Jaka Tingkir menjadi Sultan Pajang," jelas Hartini.

"Karena sikap Kyai Ageng Henis yang bijaksana membuat Kyai Ageng Henis menjadi sesepuh dan dipercayai oleh Sultan Hadiwijaya. Beliau juga sangat dihormati dan disegani di Kerajaan Pajang," katanya.

Setelah meninggal, Kyai Ageng Henis dimakamkan di tempatnya berkarya, Laweyan.

Makam Kyai Ageng Henis terletak di Jalan Liris No 1, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Di sisi kiri dan kanan makamnya terdapat makam kedua saudaranya.

 

Makam Kyai Ageng Henis, dikenal sebagai Pasareyandalem Kyai Ageng Henis, yang berdiri sejak tahun 1745. Di makam tersebut terdapat sekitar 4.000 makam tua.

"Setiap bulan Sura, makam-makam tersebut ramai dikunjungi oleh para pengujung dengan tujuan nyekar," ujar Hartini.

"Bahkan, banyak yang datang subuh untuk berdoa dan menikmati ketenangan di lingkungan makam ini," jelasnya. (mg7/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#laweyan #JAKA TINGKIR #kyai ageng henis #batik #islam #solo