Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sejarah Awal Mula Adanya Patung Gajah Putih, Berawal dari Seseorang yang Merasa Dicurangi di Adu Ayam

Reinaldo Suryo Negoro • Rabu, 28 Februari 2024 | 16:10 WIB

 

Potret monumen di Taman Gajah Putih (DOK. PRIBADI. CINTIA YULIANI)
Potret monumen di Taman Gajah Putih (DOK. PRIBADI. CINTIA YULIANI)

SOLOBALAPAN.COM -  Jika berkunjung ke Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, para pengunjung akan menemui Taman Gajah Putih.

Bukan tanpa alasan tempat itu dinamai Taman Gajah Putih.

Penamaan ini kiranya tidak lepas dari keberadaan patung gajah putih di tempat itu.

Awal mula adanya patung gajah putih ini yaitu terdapat dua Kyai yang hobi berjudi ayam petarung.

Kyai tersebut bernama Kyai Rebo Pelet dan Kyai Merapi, mereka berdua terkenal sakti.

Jika memenangkan pertandingan ayam petarung ini, maka akan mendapatkan sejumlah emas dari yang kalah tarung.

Awalnya, pertandingan tersebut berjalan lancar dan berimbang.

Namun pada akhirnya ayam petarung milik Kyai Merapi kalah.

Sesuai perjanjian ia harus memberikan sejumlah emas bagi yang memenangkan pertandingan.

Karena ambisinya ingin memenangkan pertarungan, Kyai Rebo Pelet melakukan kecurangan.

"Kyai Rebo Pelet curang karena ayam tarungnya adalah seseorang yang dikutuk menjadi ayam petarung," jelas Suseno sesepuh desa Cepokosawit pada Selasa, (27/02).

Ternyata ayam petarungnya adalah seseorang yang dikutuk menjadi ayam petarung.

Kyai Merapi mulai curiga akan kekalahan yang dialaminya terus-menerus.

Dia mulai mencurigai Kyai Rebo Pelet. Setelah mengetahui ternyata ayam petarung yang digunakan bukankan ayam asli, akhirnya ia marah kepada Kyai Rebo Pelet.

Atas amarahnya itu, Kyai Merapi melempari batu kepada Kyai Rebo Pelet.

Kyai Rebo Pelet pun lari dengan membawa hasil judinya dan mengendarai gajah putih miliknya.

Batu yang dilemparinya itu konon sampai ke desa Mungup yang jaraknya sekitar kurang lebih dua kilometer sebelah barat daya lokasi patung gajah putih ini berada sekarang.

Batu-batu yang dilempari tersebut juga masih ada tersebar di tanah ladang warga sekitar.

Namun, pada saat mengendarai gajah, gajah yang ditungganginya terperosok dan tenggelam di sebuah kubangan lumpur.

Emas yang di bawa oleh Kyai Rebo Pelet juga tenggelam bersamaan dengan gajah putih yang ditungganginya.

Gajah itu pun tidak bisa keluar dari kubangan lumpur tersebut.

Kemudian Kyai Rebo Pelet meninggalkan hasil judinya dan gajah tersebut.

Gajah yang ditinggalkannya diyakini berubah menjadi patung. (mg4/ rei)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#boyolali #ayam #patung #sejarah #gajah putih