SOLOBALAPAN.COM - Raden Pabelan merupakan anak kandung dari Sultan Hadiwijaya atau yang biasa kita kenal dengan Jaka Tingkir.
Namun dulunya Raden Pabelan tidak mengetahui hal ini karena dia dibesarkan oleh laki-laki yang dikira adalah orang tuanya sendiri yaitu Jaka Tingkir.
"Sultan hadiwijaya memberikan upeti kepada tumenenggung Mayang agar dapat meminjamkan istrinya. Yang kemudian Nyi Ageng Tumenggung Mayang melahirkan seorang anak laki-laki dari Sultan hadiwijaya yang diberi nama Raden Pabelan," ucap Pak Pitut selaku juru kunci.
Jadi Raden Pabelan merupakan anak kandung dari Sultan hadiwijaya atau Jaka Tingkir.
Namun kemudian Raden Pabelan dirawat dan diakui sebagai anak oleh Tumenggung Mayang.
Pada saat itu Raden Pabelan bertemu dengan dengan Sekar Kedaton yang merupakan anaknya Sultan hadiwijaya.
Usai pertemuan tersebut dalam hati mereka berdua tumbuh perasaan saling suka dan jatuh cinta.
"Seperti anak muda pada umumnya Raden Pabelan menyukai Sekar Kedaton. Karena pada waktu itu Raden Pabelan merupakan seorang laki-laki yang sangat ganteng dan memiliki tubuh tinggi, yang membuat siapa saja wanita akan menyukainya" ujar pak Pitut.
Diketahui Raden Pabelan juga merupakan orang sakti yang memiliki ilmu rawarontek yang membuatnya kuat.
Suatu ketika, Raden Pabelan singgah di kamar Sekar Kedaton hingga fajar tiba dan diketahui oleh ayahnya.
Padahal Raden Pabelan pernah diberi pesan oleh Tumenggung Mayang agar keluar sebelum fajar tiba.
Hal itu karena ilmu dan kekuatan yang dimiliki oleh Raden Pabelan akan tidak dapat digunakan lagi saat fajar telah tiba.
Sultan hadiwijaya yang mendengar kabar bahwa Raden Pabelan sedang di kamar Sekar ketaton itu sangat murka.
"Sultan hadiwijaya tidak terima bahwa Raden Pabelan dengan Sekar Kedaton menjalin hubungan Karena Mereka berdua adalah kakak adik dan satu darah," ujar Pak Pitut.
"Oleh sebab itu kemudian Sultan hadiwijaya memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Raden Pabelan" lanjutnya.
Oleh karena itu Raden Pabelan dibunuh tetapi beliau tidak bisa mati, karena memiliki ilmu rawarontek yang jika dibunuh akan hidup kembali.
Oleh sebab itu Raden Pabelan dibunuh dengan dipenggal atau dipisahkan bagian tubuhnya.
Pada saat itu bagian gembung (tubuh) Raden Pabelan dibuang ke sungai yang sekarang menjadi Bengawan Solo.
"Bagian tubuh Raden Pabelan ditemukan, yang kemudian dihanyutkan kembali. Tapi pada keesokan harinya mayat Raden Pabelan ditemukan kembali oleh kyai sala, Raden Pabelan mendatangi kiyai sala dalam mimpinya beliau meminta untuk mayatnya jangan disia-siakan dan ingin dimakamkan di sini." ujar pak pitut.
Kemudian setelah itu, diketahui bahwa potongan tubuh Raden Pabelan dimakamkan oleh Kyai Sala dilokasi yang saat ini dikenal dengan BTC atau benteng Trade Center.
Sedangkan bagian kepala Raden Pabelan dibawa oleh biyung atau dayang yang mengurusi Raden Pabelan sejak kecil kesebuah tempat yang kemudian dimakamkan di sana.
"Bagian kepala Raden Pabelan dimakamkan di Makam Pabelan hastana bersama dengan biyung atau dayangnya. Desa ini dinamakan desa Pabelan karena dulunya sebelum desa ini ada, makam Raden Pabelan dahulu yang menempatinya" ujar pak Pitut.
Bagian kepala Raden Pabelan dimakamkan di Makam Pabelan hastana bersama dengan biyung atau dayangnya.
Raden Pabelan dibunuh dalam keadaan dia tidak tahu bahwa dirinya merupakan anak kandung dari Sultan hadiwijaya atau Jaka Tingkir. (Mg 7/nda)
Editor : Nindia Aprilia