Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Begini Sejarah Makam yang Ada di Area BTC Solo, Ternyata Ada Kisah Cinta Mengenaskan di Baliknya

Reinaldo Suryo Negoro • Senin, 26 Februari 2024 | 00:05 WIB

 

Potret makam Raden Pabelan yang terletak di area Beteng Trade Center (BTC) Solo. (DOK. PRIBADI/Via Nur Safitri)
Potret makam Raden Pabelan yang terletak di area Beteng Trade Center (BTC) Solo. (DOK. PRIBADI/Via Nur Safitri)

SOLOBALAPAN.COM - Mungkin wisatawan maupun masyarakat Kota Solo mengenal Beteng Trade Center (BTC) sebagai tempat perbelanjaan.

Ratusan kios siap menyambut pengunjung saat memasuki BTC.

Tentu mayoritas pengunjung tidak akan mengira bahwa mereka akan menemukan makam di tempat ini.

Perlu diketahui bahwa ada kisah cinta yang mengenaskan dalam sejarah makam tersebut.

Makam tersebut ternyata makam Raden Pabelan.

Raden Pabelan merupakan anak dari Tumenggung Mayang dengan Sultan Hadiwijaya atau yang kerap disebut Jaka Tingkir.

Pada suatu waktu, Raden Pabelan bertemu dan jatuh cinta dengan Sekar Kedaton

Namun, ada satu rahasia besar yang kiranya belum diketahui Raden Pabelan kala itu.

Sekar Kedaton yang dia cintai rupanya rupanya juga merupakan darah daging dari Jaka Tingkir alias saudari satu ayah.

Pada suatu kala, Raden Pabelan kedapatan tengah singgah di kamar Sekar Kedaton

Jaka Tingkir yang mendengar hal itu pun dibuat marah besar.

Dia lantas memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Raden Pabelan.

Raden Pabelan sendiri tidak mudah untuk dibunuh mengingat dia menguasai ilmu rawarontek.

Ilmu rawatontek ini membuatnya bisa hidup kembali ketika dibunuh.

Lantas, Raden Pabelan pun dibunuh dengan cara dipenggal bagian tubuhnya menjadi dua.

Bagian kepala hingga perut ditahan Jaka Tingkir dan dikuburkannya di Kerajaan Pajang.

Sedangkan, bagian tubuh (gembung) Raden Pabelan dimakamkan di area yang kini menjadi Beteng Trade Center (BTC).

Seorang satpam di BTC yang bernama Fredi pun menjelaskan mengenai kisah tersebut.

"Mayat bagian bawah Raden Pabelan di lempar ke sungai Laweyan yang sekarang menjadi Bengawan Solo," ujar Fredi.

"Mayat tersebut tidak bisa hanyut. Jadi di makamkan di sini."

"Makam Raden Pabelan yang di BTC ini sering dikunjungi oleh orang-orang yang masih satu trah dengan Raden Pabelan dengan tujuan berziarah" ujar Fredi.

Di makam tersebut terdapat nisan dari kayu Cendana yang tertutupi kelambu putih.

"Kelambu putih tersebut diganti oleh Pak Guntur selaku RT setiap malam satu suro" ujar pak Fredi.

Terkait Sekar Kedaton, dia memutuskan bunuh diri setelah sang arjuna dibunuh oleh ayahnya.

Sekar Kedhaton menghilangkan nyawanya sendiri dengan lompat ke dalam sumur.

Baca Juga: Misteri Dibalik Ex Rumah Sakit Kadipolo Solo, Banyak Penampakan Misterius!

"Perempuan yang bunuh diri dengan loncat ke dalam sumur yang badannya masih berada di sumur tersebut," tambahnya.

"Tetapi katanya sumur tersebut sekarang sudah dipendam dan dijadikan taman di Gatak" ujar Fredi. (mg7/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#makam #Raden Pabelan #Sekar Kedhaton #Beteng #BTC #solo