Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Transformasi PG Gembongan Menjadi The Heritage Palace: Kisah Eksklusif Bangunan Bersejarah di Solo Raya

Nindia Aprilia • Senin, 19 Februari 2024 | 21:30 WIB
Transformasi PG Gembongan Menjadi Spot Wisata Ala Eropa
Transformasi PG Gembongan Menjadi Spot Wisata Ala Eropa

SOLOBALAPAN.COM - The Heritage Palace merupakan salah satu objek wisata yang tak jauh dari Kota Solo.

Lokasinya berada 9 kilometer atau sekitar 17 menitan dari pusat kota Solo. Pada wisata The Heritage Palace terdapat banyak spot foto yang ada di dalamnya.

Kemudian bangunan itu juga menjadi salah satu cagar budaya yang ada di kabupaten sukoharjo.

Selain itu terdapat spot yang bisa digunakan untuk edukasi anak, disana terdapat museum trasnportasi, 3D trick art museum maupun omah kwalik.

Objek wisata ini baru diresmikan pada 9 Juni tahun 2018 lalu. Sebelum jadi tempat wisata, ternyata tempat ini adalah bekas pabrik gula pada zaman Belanda lho.

Salah satu pabrik gula yang ada di surakarta adalah pabrik gula Rasamadu atau masyarakat Menyebutnya dengan PG Gembongan.

Pabrik ini terletak di Jalan Permata Raya Dukuh Tegalmulya RT 02 RW 08 Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.

Dilansir dari Perpustakaan Jateng, PG Gembongan didirikan pada tahun 1868 yang ditandai dengan dikenalkannya dua alat pabrik dan akan diujicoba di tahun 1869 tetapi tidak jadi digunakan.

Namun secara umum PG Gembongan telah menunjukkan kegiatan pada tahun itu.

Menandai keberhasilan produksi dari PG Gembongan pada tahun 1899 bangunan pabrik mengalami perbaikan.

Perbaikan itu disematkan dalam cerobong asap dengan menuliskan ”Kartasoera 1899” dari sini orang sekitar banyak mengira PG Gembongan dibangun pada tahun itu.

Kemudian penambahan bangunan dilakukan pada tahun 1918 menambahkan bangunan remise atau garasi lokomotif lori.

Untuk jalur keretanya sendiri mengarah ke stasiun purwosari, dan di tahun 1920 bangunan pabrik gula diganti dengan bangunan langgam Art Deco yang lebih modern di jamannya.

Namun pada tahun 1929 dunia mengalami depresi ekonomi atau disebut dengan malaise yang memporakporandakan kehidupan ekonomi negara, tak terkecuali Hindia Belanda.

Hal tersebut membuat banyak pabrik dula gulung tikar.

Namun PG Gembongan masih beroperasi meski mengalami penurunan volume penjualan dan sempat bertahan sampai tahun 1935.

Setelah Indonesia merdeka, PG Gembongan dinasionalisasi oleh pemerintah Republik Indonesia, dan pengelolaan serta asetnya diserahkan ke PTPN.

Pada pertengahan tahun 2018 PG Gembongan bertransformasi menjadi bangunan wisata yang bernama The Heritage Palace yang tetap mempertahankan bangunan asli dari pabrik gula.

Namun hanya 3 bangunan saja yang bisa diakses oleh para pengunjung termasuk halaman outdoornya. (mg9/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#the heritage palace #PG Gembongan #solo #kota