SOLOBALAPAN.COM - Selain Stasiun Solo Balapan, Kota Solo juga memiliki stasiun lain yang menyimpan banyak sejarah seperti Stasiun Solo Kota, Stasiun Solo Jebres, dan Stasiun Purwosari.
Tiap stasiun tersebut pastinya memiliki sejarahnya masing-masing, termasuk juga Stasiun Purwosari.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, Stasiun Purwosari didirikan pada 1875 sebagai stasiun transit pertama bagi tamu-tamu kerajaan.
Stasiun Purwosari menjadi stasiun kereta api tertua kedua di Kota Surakarta.
Stasiun ini dibangun setelah Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) membangun Stasiun Solo Balapan.
Dulunya, lahan Stasiun Purwosari adalah milik Mangkunegaran yang dihadiahkan kepada NISM.
Pelepasan lahan tersebut merupakan suatu pengorbanan Mangkunegara IV yang sangat berarti.
Hal itu dikarenakan lahan tersebut awalnya adalah tempat berlatih dan istal (kandang) kuda Legiun Mangkunegaran.
Namun, karena perlunya jalan kereta api serta demi kemajuan wilayah Surakarta khususnya Praja Mangkunegaran akhirnya Mangkunegara IV merelakannya untuk dibangun menjadi stasiun.
Saat itu, Stasiun Purwosari menjadi stasiun kedua di Solo setelah Stasiun Solo Balapan yang dibangun sekitar akhir abad ke-19.
Stasiun ini menjadi perlintasan kereta api dari Semarang-Vorstenlanden, Yogyakarta-Solo-Surabaya dan sebaliknya yang jalurnya dimiliki oleh staatspoorweg (SS).
Selain itu, Stasiun Purwosari juga menjadi jalur kereta api dari Boyolali-Solo-Wonogiri yang diprakarsai oleh perusahaan swasta kereta api Solosche Tramweg Maatschappij (STM) pada awal abad ke-20.
Tak hanya itu, Stasiun Purwosari juga menjadi terminal trem dalam kota dari arah barat ke timur di Kota Solo.
Stasiun Purwosari terletak di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.
Konstruksi dari Stasiun Purwosari terbuat dari besi yang menopang atap dengan penutup seng yang bergelombang.
Pada bagian tengahnya terdapat ruang-ruang pelayanan stasiun dan ruang tunggu dengan peron di kedua sisinya.
Seiring perkembangan zaman, Stasiun Purwosari telah mengalami berbagai pengelolaan dan perbaikan.
Hingga kini, stasiun ini tetap beroperasi menjadi pemberhentian kereta api kelas ekonomi yang melewati jalur selatan setelah Stasiun Solo Jebres dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Surakarta.
Perlu diketahui, bahwa stasiun ini hanya melayani kereta api dari arah timur menuju jalur utara (Semarang) maupun sebaliknya.
Lebih lanjut dari itu, Stasiun Purwosari juga melayani komuter, kereta bandara, serta kereta wisata. (mg4/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro