SOLOBALAPAN.COM - Kota Solo dikenal sudah maju sejak dulu, apalagi dari segi pelayanan kesehatan. Salah satu buktinya yaitu Rumah Sakit Kadipolo.
Dahulu, kompleks bangunan di Jalan Dr Radjiman No. 315, Kecamatan Laweyan ini adalah salah satu dari tiga rumah sakit (RS) utama di Solo yang pernah digunakan untuk menangani pasien wabah pes.
Kini, kondisi bekas RS Kadipolo tak terurus bahkan sudah lama terbengkalai dan tidak digunakan.
Fasilitas kesehatan ini mulai berdiri sejak 1915 di era Paku Buwono (PB) X, kini RS Kadipolo dipenuhi semak belukar dan pepohonan yang tumbuh lebat.
Dengan luas 24.096 meter persegi dan luas bangunannya sendiri 5.931 meter persegi dan sempat dikenal sebagai RS Panti Rogo.
Kini Rumah Sakit Kadipolo di Solo menjadi bangunan yang terbengkalai dan nampak mistis jika mlihat secara langsung.
Informasi yang dihimpun dari radarsolo.jawapos.com, saat ini eks Rumah Sakit Kadipolo masih dijaga oleh Sukiyem dan tiga keluarga lainnya.
Mereka diberi kepercayaan oleh pemilik aset untuk tinggal di eks bangunan rumah sakit itu sambil ikut merawat dan menjaga aset ratusan miliar tersebut.
Mereka biasa membersihkan dan merawat puing-puing peninggalan era kolonial itu.
Namun Sukiyem tak membantah jika Eks Rs Kadipolo itu penuh dengan misteri.
“Saya ingat saat tidur di bekas ruang pendaftaran pasien, rambut saya dijambak,” terangnya.
Saat itu seketika Sukiyem bangun dari tidurnya. Dia melihat seorang perempuan bule berparas cantik yang mengenakan seragam suster. Sukiyem langsung lari kabur dari ruangan itu.
Pasca kejadian itu, Sukiyem langsung merasa tubuhnya demam.
Hingga tiga hari, merasa tersiksa, Sukiyem memberanikan diri untuk kembali ke bekas ruang pendaftaran pasien.
Di tempat itu dia berdoa dan meminta izin kepada si penunggu untuk tinggal di tempat itu.
“Boleh percaya boleh tidak, yang tadinya demam langsung sembuh,” ucapnya.
Di bagian lain yaitu ruang tunggu pasien rawat dan kamar pemeriksaan umum. “Suster bulenya memang sering terlihat di bagian ini,” Sukiyem menjelaskan.
Kemudian di belakang bangunan yang dulu dipakai kantor Arseto, terdapat kolam kecil.
Menurut Sukiyem, kolam tersebut dipakai untuk memandikan jenazah. Di tempat ini adalah tempat yang paling penuh misteri.
Para penjaring burung tidak berani bertahan hingga petang di lokasi itu.
“Banyak yang lihat sosok misterius di sini. Ada wanita rambut panjang, pria tinggi besar, kakek tua berpakaian jawa, ular bertubuh manusia, dan banyak lainnya. Tapi malah tempat itu sering didatangi orang untuk shooting. Yang menyeramkan seperti ini banyak dicari orang,” jelas Sukiyem.
Di tempat terpisah, informasi yang dihimpun dari radarsolo.jawapos.com terdapat salah seorang mantan pemain Arseto Solo Agung Setyobudi mengaku bahwa ada keganjilan di messnya.
“Kadang pas jam tidur sering dengar suara dispenser air bunyi sendiri,” ucapnya.
Cerita misteri mengenai eks RS Kadipolo ini sudah mulai terkikis dari ingatan warga Solo.
Walaupun sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) oleh Pemkot Surakarta pada 2012 lalu, namun bangunan ini masih nampak kemistisannya.(mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia