SOLOBALAPAN.COM - Banyaknya etnis Tionghoa yang menetap di Kota Solo sebabkan banyak berdiri Klenteng yang digunakan untuk tempat beribadah.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, kelenteng merupakan tempat untuk melaksanakan ibadah persembahyangan bagi pemeluk ajaran atau agama Konfusius, Tao, dan Budha.
Kota Solo sendiri memiliki tiga kelenteng yang tersebar di beberapa lokasi.
Ketiga kelenteng tersebut pastinya memiliki sejarah dan keunikannya tersendiri. Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
1. Kelenteng Tien Kok Sie
Kelenteng Tien Kok Sie terletak di kawasan Pasar Gede Harjonagoro, tepatnya di sisi sebelah selatan.
Kelenteng ini tidak jauh dari jalanan Kota sehingga mudah untuk dijangkau dan ditemukan.
Menurut sejarah, Kelenteng Tien Kok Sie termasuk dalam bangunan tertua di Jawa Tengah.
Konon, kelenteng ini memiliki cerita sejarah yang erat kaitannya dengan perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala.
Pasalnya, Kelenteng Tien Kok Sie didirikan tak berselang lama setelah perpindahan keraton tersebut.
Masa pembangunannya berlangsung selama tiga tahun, yaitu dari 1746-1748.
Awalnya digunakan sebagai tempat ibadah saja, akan tetapi lambat laun juga dimanfaatkan menjadi tempat bersosialisasi antar masyarakat Tionghoa.
2. Kelenteng Poo An Kiong
Kelenteng Poo An Kiong terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 122, tepatnya berada di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan.
Dahulu, kelenteng ini dikelilingi dengan aliran air sehingga masyarakat menyebutnya dengan Kali Larangan.
Namun seiring berjalannya waktu, kali tersebut telah rata dengan tanah serta dibangunlah ruko dan bangunan di sekelilingnya.
Penamaan "Poo An Kiong" sendiri memiliki arti sumber keselamatan negara.
Ada hal menarik dari Kelenteng Poo An Kiong yaitu kelenteng ini dianggap sebagai tempat yang sakral sejak zaman kerajaan.
Hal tersebut dikuatkan dengan keberadaan dua pilar raksasa yang menjadi penyangga utama berdirinya kelenteng.
Pada kedua pilar tersebut terdapat tulisan berhuruf Kanji dengan bahasa Mandarin yang menyebutkan adanya keharmonisan antara etnis Jawa dan Tionghoa.
3. Kelenteng Khongcu Bio
Kelenteng Khongcu Bio terletak di kompleks Universitas Sebelas Maret (UNS).
Selain dinamakan "Khongcu Bio", kelenteng ini juga biasa disebut dengan Kelenteng Sinar Kebajikan.
Kelenteng Khongcu Bio memiliki luas sebesar 10 × 10 meter persegi.
Pembangunan Kelenteng Khongcu Bio berlangsung sebelum pandemi Covid-19 melanda, tepatnya pada tahun 2019.
Kini, Kelenteng Khongcu Bio dapat dimanfaatkan untuk masyarakat umum.
Bahkan, kegiatan mingguan rutin diadakan di kelenteng ini salah satunya adalah ibadah Che Cap Go.
Nah, itulah beberapa kelenteng yang dapat anda temukan ketika sedang berkunjung ke Kota Solo. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia