Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengungkap Jejak Bersejarah yang Ada di Stasiun Solo Jebres, Asal Nama, Hingga Gaya Bangunannya yang Megah

Nindia Aprilia • Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:20 WIB
Tampak depan Stasiun Jebres yang ada di Kota Solo
Tampak depan Stasiun Jebres yang ada di Kota Solo

SOLOBALAPAN.COM - Salah satu stasiun di Kota Solo yang menyimpan sejarah adalah Stasiun Jebres.

Stasiun Jebres terletak di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, Stasiun Jebres dibangun pada 1884 oleh Pemerintah Kasunanan Surakarta melalui perusahaan kereta api Hindia Belanda Staats Spoorwegen (SS).

Hadirnya jalur kereta api ini tak lepas dari eksistensi Kota Solo sebagai Kota Kerajaan (Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran).

Hal tersebut membuat Pemerintah Hindia Belanda perlu melancarkan diplomasi dengan kerajaan yang ada di Kota Solo saat itu.

Menurut pendiriannya dalam membangun Stasiun Jebres, Pemerintah Hindia Belanda bermaksud untuk membantu pengangkutan barang berupa komoditas hasil tanaman industri seperti gula dan tembakau yang menjadi andalan wilayah Karesidenan Surakarta.

Komoditas perkebunan tersebut kemudian dikirim dari Jebres menuju Pelabuhan Cilacap untuk dikirimkan kembali ke Eropa.

Pada perkembangannya setelah wilayah Kroya-Cirebon terhubung tepatnya pada tahun 1917, pengiriman kemudian dialihkan langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok di Batavia.

Awalnya, Stasiun Jebres terkenal dengan nama Stasiun Soerakarta. Namun, mayoritas masyarakat menyebutnya Stasiun Solo Keraton.

Hal tersebut dikarenakan stasiun ini pernah digunakan untuk keperluan Keraton Surakarta Hadiningrat seperti pertemuan Pakubuwana X dengan Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Stasiun Jebres memiliki desain bangunan yang klasik dan arsitekturnya yang megah dengan gaya Indische Empire.

Bangunannya berbentuk persegi panjang simetris dengan dua jendela melengkung di atas dua pintu utama menuju ke hall stasiun.

Eksteriornya memiliki detail yang banyak dipengaruhi aliran Neo-klasik.

Tak hanya itu, interiornya begitu memanjakan mata dengan hadirnya pilar-pilar bergaya Corynthian Yunani maupun jeruji besi pada jendelanya yang bergaya Art Nouveau ala Belgia.

Hingga kini, keaslian struktur bangunan pada Stasiun Jebres masih kokoh dan terjaga dengan baik.

Bahkan Stasiun Jebres termasuk ke dalam kategori Bangunan Cagar Budaya (BCB). (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#jebres #stasiun #Keraton #solo