SOLOBALAPAN.COM - Gedung Societeit Habiprojo di Jl. Gatot Subroto, Solo, memiliki sejarah yang kaya dan tak terlupakan.
Berdasarkan informasi dari Pemerintah Kota Solo, bangunan ini didirikan pada tahun Jawa 1826 oleh Susuhan Paku Buwono X dan menyimpan beragam kenangan bersejarah.
Awalnya, gedung ini berlokasi di sebelah utara Pasar Singosaren (kini Plaza Singosaren) dan menjadi saksi penting kongres PSSI pada tahun 1930.
Pada kongres tersebut, Ir. Soeratin diangkat sebagai ketua umum, menandai momen bersejarah bagi dunia sepak bola Indonesia.
Gedung Habiprojo menjadi tempat berlangsungnya kongres Komisi Besar Indonesia Muda pada 30 Desember - 2 Januari 1931.
Pada upacara tengah malam, Indonesia Muda resmi didirikan dan mengakhiri peran organisasi kepemudaan sebelumnya kemudian membentuk identitas baru.
Pada 23 Desember 1933, para wartawan Indonesia berkumpul di gedung ini untuk membentuk Persatuan Djoernalis Indonesia (PERDI), cikal bakal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Pada tahun 1934, ideologi Indonesia Mulia ditanamkan di sini oleh para pemuda bangsa.
Dokter Soetomo, pelopor Boedi Oetomo juga mendeklarasikan Partai Indonesia Raya (Parindra) di Gedung Societeit Habiprojo pada Desember 1935, menandai langkah awal menuju kemerdekaan.
Namun, takdir tragis menimpa gedung ini pada tahun 1948.
Diledakkan oleh tentara Belanda saat Agresi Militer II, Gedung Societeit Habiprojo hancur.
Meski fisiknya musnah, jejak sejarah yang terukir akan tetap hidup dalam ingatan.(mg5/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro