Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Solo Harus Tahu! Pabrik Gula Tasikmadu Jadi Jejak Kejayaan dan Kelangsungan dari Era Kolonial hingga Kini

Reinaldo Suryo Negoro • Sabtu, 20 Januari 2024 | 08:05 WIB
Tampak Dalam Produksi Gula di Pabrik Gula Tasikmadu tempo dulu (DOK KITLV/1925)
Tampak Dalam Produksi Gula di Pabrik Gula Tasikmadu tempo dulu (DOK KITLV/1925)

SOLOBALAPAN.COM - Pabrik Gula (PG) Tasikmadu kiranya punya sejarah yang cukup menarik untuk diketahui warga Solo

Pasalnya, PG Tasikmadu punya kaitan erat dengan salah satu raja dari kerajaan di Solo, Mangkunegaran.

PG Tasikmadu yang kini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, merupakan warisan berharga dari masa kolonial Hindia Belanda.

Dilansir dari laman kemdikbud.go.id pabrik gula Tasikmadu didirikan pada tahun 1871 oleh Praja Mangkunegaran IV.

PG Tasikmadu menjadi bagian tak terpisahkan dari kegemilangan industri gula di Pulau Jawa.

Pada tahun 1925, Pulau Jawa mencatatkan dirinya sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia, dengan 202 pabrik gula yang beroperasi.

PG Tasikmadu menyumbangkan prestasi gemilang ini, mengukir namanya dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit pabrik gula yang bertahan hingga kini.

Sebagai bagian dari kebijakan cultuurstelsel (1830-1870), yang diterapkan secara ketat oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda, perkebunan dan pabrik gula menjadi monopoli penguasa kolonial.

Namun, Mangkunegara IV, sebagai raja setempat, mendapat keistimewaan langka untuk mendirikan PG Tasikmadu.

Hal ini menjadikannya satu-satunya orang Jawa yang memiliki pabrik gula pada masa itu.

Dalam konteks sejarah yang sarat dengan era tanam paksa, PG Tasikmadu menjadi simbol keberanian dan keberhasilan menghadapi tekanan politik dan ekonomi.

Didirikan setelah PG Colomadu, Tasikmadu membuktikan keunggulannya sebagai pabrik gula kedua di wilayah kekuasaan Praja Mangkunegaran.

Kini, sebagai bagian dari PT Perkebunan Nusantara IX, PG Tasikmadu tetap eksis sebagai pewaris nilai-nilai historis.

Keberlanjutan pabrik ini sekaligus memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini, mempertahankan kebanggaan sebagai saksi bisu dari keemasan industri gula di Pulau Jawa. (mg5/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#sejarah #belanda #PG Tasikmadu #solo