Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ornamen Kumudawati, Salah Satu Arsitektur Bernuansa Eropa yang Berada di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran Kota Solo

Nindia Aprilia • Jumat, 19 Januari 2024 | 22:14 WIB
Ornamen Kumudawati yang berada di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran
Ornamen Kumudawati yang berada di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran

SOLOBALAPAN.COM - Ketika anda berkunjung ke Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran, pastinya anda akan menjumpai beragam arsitektur dengan nuansa Eropa. Salah satunya yaitu Ornamen Kumudawati.

Dilansir dari puromangkunegaran.com, Ornamen Kumudawati merupakan salah satu daya tarik Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran.

Letaknya berada di langit-langit pendhapa sehingga keindahannya dapat secara langsung terlihat ketika memasuki pendhapa.

Selain itu, Ornamen Kumudawati juga memiliki ukuran yang besar.

Penamaan "Kumudawati" sendiri berasal dari dua kata, "Kumuda" yang memiliki arti teratai putih sedangkan "Wati" berarti dunia, jagad, rahsa, nur, cahaya atau sinar.

Arti nama tersebut juga tergambar dalam wujud ornamennya.

"Kumuda" digambarkan sebagai teratai yang dipercaya menjadi lambang kesucian dan erat kaitannya dengan awal keberadaan para dewa.

Kelopak teratai yang berjumlah sebanyak delapan buah juga dikaitkan dengan dewa-dewa penguasa penjuru mata angin.

Selain itu, ornamen tersebut memiliki warna putih sebagai latar belakangnya.

Penggambaran “Kumudawati” memiliki makna sebagai dunia para dewa, cahaya Ketuhanan yang menyingkap dalam ornamen, serta sebagai cara pendekatan diri melalui rahsa kepada Tuhan.

Lebih lanjut dari itu, di dalam Ornamen Kumudawati terdapat ajaran dalam menjalani hidup.

Ajaran tersebut bermakna bahwa para manusia khususnya masyarakat Jawa harus mendekatkan diri kepada Tuhan supaya selalu mendapatkan cahaya Tuhan dan selalu dalam keadaan suci.

Pembuatan Ornamen Kumudawati terinspirasi dari gambar Kumudawatiwa dalam beber pacitan pada 1910, gambar tersebut berasal dari Klika Wiwitan (kertas gedhong atau kertas ponorogo).

Namun, ide tersebut baru terealisasikan pada 1937 atas inisiatif Mangkunegara VII.

Melalui Ornamen Kumudawati, Mangkunegara VII menegaskan bahwa meskipun beliau mengenyam pendidikan barat dan hidup dalam kebudayaannya. Namun, beliau selalu menjunjung tinggi budaya Jawa.

Dengan demikian, Ornamen Kumudawati berhubungan erat dengan pola pemikiran Mangkunegara VII.

Beliau berupaya melakukan budaya tanding atas budaya barat serta ingin mendudukan kembali budaya Jawa sebagai budaya adi luhung yang bersifat dinamis.

Selain itu, Mangkunegara VII juga memperbolehkan masyarakat Jawa untuk berpenampilan modern dengan gaya hidup barat. Namun, jiwa dan hati tetap menjunjung tinggi budaya Jawa.

Hal ini juga terpatri dalam segi arsitektur lain di dalam Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran.

Namun, yang membuat ornamen ini lebih spesial adalah keberadaannya hanya bisa dijumpai di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran.

Terlebih, Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran merupakan ruang terbuka bagi publik, sehingga setiap pengunjung dapat melihat ornamen ini dengan leluasa. (mg4/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#Kumudawati #Pura Mangkunegaran #solo #ornamen