Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Eksplor Sejarah dan Keindahan Kawasan Baluwarti, Pemukiman di Dalam Benteng Keraton Solo

Reinaldo Suryo Negoro • Rabu, 17 Januari 2024 | 06:01 WIB
Benteng Keraton Surakarta dan Pintu Buntulan (Dok Facebook/SoloZamanDulu)
Benteng Keraton Surakarta dan Pintu Buntulan (Dok Facebook/SoloZamanDulu)

SOLOBALAPAN.COM - Kawasan Baluwarti merupakan sebuah permukiman yang menyimpan sejarah yang kaya dan menarik.

Kampung Baluwarti ini terpatri di dalam kokohnya Benteng Keraton Kasunanan Surakarta.

Nama Baluwarti sendiri berasal dari bahasa Portugis, yakni "baluarte" yang berarti benteng.

Wilayah ini, berada di lingkaran kedua setelah tembok kedhaton, menghadirkan keindahan arsitektur dan perjalanan waktu yang memukau.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Solo, Baluwarti dikelilingi oleh dua tembok besar dengan tebal 2 meter dan tinggi 6 meter.

Sebagai area kedua setelah tembok kedhaton, kawasan ini menjadi tempat tinggal para pangeran, bangsawan, kerabat, abdi dalem, dan bahkan pedagang.

Kompleks bangunan yang melingkupi Baluwarti menciptakan harmoni antara fungsi istana dan interaksi sosial.

Dua pintu utama, Kori Brajanala (Gapit) utara dan Kori Brajanala (Gapit) selatan, menghubungkan Baluwarti dengan dunia luar.

Dengan dua jalur sejajar tembok kedhaton, pintu-pintu ini menjadi gerbang penting yang memfasilitasi hubungan antara penduduk Baluwarti dengan masyarakat di luar komplek Kedhaton.

Pada awal abad ke-20, Susuhan Paku Buwono X memberikan sentuhan perluasan pada wilayah Baluwarti.

Dua pintu tambahan bernama 'buntulan' yang terletak di sebelah tenggara dan barat daya.

Keputusan ini memberikan dampak positif terutama dalam memperluas jaringan hubungan antara warga Baluwarti dan masyarakat sekitar.

Sejarah mencatat bahwa Lawang buntulan ini diresmikan pada tahun 1906 M dan 1907 M oleh Paku Buwono X.

Peristiwa menarik terjadi pada Maret 1966 ketika banjir besar melanda Kota Solo.

Banjir tersebut memaksa pembangunan dua pintu tambahan, membuka akses untuk penduduk Baluwarti ke lingkungan luar.

Melalui perluasan wilayah dan penambahan pintu, Baluwarti bukan hanya menjadi simbol kekuasaan keraton.

Baluwarti juga menjadi jendela yang menghubungkan sejarah dengan kehidupan sehari-hari.

Kawasan ini tidak hanya memperkaya kisah Keraton Kasunanan Surakarta tetapi juga mencerminkan adaptasi dan keberlanjutan dalam menghadapi perubahan zaman.(mg5/rei)

PENATAAN: Semua logistik Pemilu 2024 sudah siap didistribusikan di Surabaya.
PENATAAN: Semua logistik Pemilu 2024 sudah siap didistribusikan di Surabaya.
Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#baluwarti #benteng #Keraton Kasunanan #solo